spot_img

Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar Berjalan Sukses

 

MENARAnews, Medan (Sumut) – Pengunjung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) terlihat sangat antusias menyaksikan pagelaran seni dan budaya yang dibawakan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar tepatnya di arena open stage, Minggu malam (10/4/16).

Sebelum acara dimulai, atraksi barongsai yang dibawakan oleh binaan PT STTC menunjukkan kebolehannya  mengunjungi posko masing-masing kabupaten/kota sebagai simbol untuk mengajak dan menggiring ke arena pagelaran. Selanjutnya, marching band Yayasan Perguruan Sultan Agung juga ikut mengelilingi ruas jalan utama open stage.

Kedatangan Pj Walikota Pematangsiantar, Jumsadi Damanik beserta jajaran Pemko dan perwakilan DPRD Pematangsiantar disambut dengan Tor-tor Sombah, sebuah tarian khas Simalungun yang biasa ditampilkan menyambut tamu-tamu penting (dulunya untuk menyambut raja dan tamu raja).

Dalam sambutannya, Jumsadi Damanik menyampaikan bahwa Kota Pematangsiantar akan menjadi destinasi wisata budaya, mengingat ragamnya etnis yang saat ini mendiami kota itu.

“Jika kita bisa bersatu dan semangat bekerja keras, Kota Siantar ini pasti akan bisa menjadi destinasi budaya bagi wisatawan yang datang ke Sumut. Kita harus bisa menjadi kota yang kuat dan memperisapkan diri menghadapi nasyarakat ekonomi ASEAN”, ujarnya.

Tim dari Taman Hewan Kota Pematangsiantar juga tampil menunjukkan kebolehannya dengan tari-tarian. Selain itu, beberapa reptil juga dibawa untuk ditunjukkan kepada pengunjung. Pengunjung juga sempat heboh karena atraksi ular Cobra oleh pawang yang sudah profesional.

Pengasuh Taman Hewan Pematangsiantar, Rahmad Shah juga tampak hadir pada acara tersebut. Melihat meriahnya acara itu, Rahmad berpesan kepada masyarakat khususnya pemuda Kota Pematangsiantar agar tidak henti-hentinya berinovasi demi kemajuan Kota Siantar sendiri.

Beberapa pagelaran budaya yang dibawakan oleh Yayasan Perguruan Sultan Agung mengisi malam budaya Kota Pematangsiantar kali ini diantaranya, Tor-tor Haroan Bolon, Tor-tor Sigale-gale dan Tarian ragam budaya yang mewakili etnis di Sumatera Utara.

Puluhan mahasiswa asal Pematangsiantar, KAMSISI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Siantar Simalungun) yang sedang mengambil studi di Medan juga tampak hadir memeriahkan dan mengapresiasi malam pagelaran tersebut. (ded)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles