spot_img

Kepolisian Harus Lakukan Penyelidikan terhadap Kadis Pendidikan SBB

MENARAnews, Ambon (Maluku) – Ketua LSM Walang Aspirasi Rakyat Maluku, Cristian Sea kepada wartwan di Gedung Pemuda Maluku (red kemarin) mengatakan bahwa, proses hajatan pemelihan Kepala daerah (pilkada) 2017 yang mengikutsertakan 4 kabupten dan 1 kota di Maluku yakni di dalamnya kabupaten Seram bagian Barat (SBB) semakin panas geopolitiknya.

Dirinya menyampaikan bahwa dalam Proses Pilkada di SBB 2017 ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten SBB, Fransyane Puttileihalat ikut berpartisipasi dalam bursa Calkada Kab SBB, namun ia berencana menggunakan jalur independen, dan itu membuatnya memfaatkan seluruh kepalah sekolah di Kab SBB, khususnya Kecamatan Taniwel untuk menumpulkan KTP untuk memuluskannya sebagai pencalonannya..

Lanjutnya bahwa keputusannya untuk menggunakan jalur independen justru menimbulkan keterlibatan kepala sekolah di Kecamatan Taniwel dalam politik praktis. Sementara, dalam UU no. 5 tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), ditegaskan bahwa PNS tidak boleh terlibat dalam politik praktis atau memihak kepada salasatu pasangan dalam Pilkada.

“Kenyataan yang ada maka dengan jelas ini adalah sebuah konspirasi, untuk memulukskan kepentingan pribadi dan mengabaikan kepentingan umum. Keahadiran seorang kepala Dinas aktif yang mempunyai kepentingan maju sebagai calon kepala daerah justru membentuk konspirasi di kalangan kepala sekolah di Kabupatan SBB untuk berkerja sama dengan Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten SBB mengamankan kepentingannya dalam Pilkada Kab SBB 2017 nanti,” jelasnya.

Ditegaskannya, seharusnya pihak kepolisian agar segera melakukan penyelidikan kepada Kepala Dinas Penidikan Kabupaten SBB Fransyane Puttileihalat apabila ada oknum kepala sekolah yang melakukan pengumpulan KTP dari orang tua murid untuk memuluskan kepala Dinas Pendidikan Fransyane Puttileihalat, pasti terdapat janji pembiayaan operasioal para kepala sekolah tersebut, sehingga perlu diantisipasi sumber dana dari Dransyane Puttileihalat ini. Pihaknya menyatakan sebagai ketua LSM Walang Aspirasi Rakyat Maluku juga akan melakukan aksi dan saya untuk mempertanyakan terkait UU no 5 tahun 2015 ini.

Kalau ini tidak di respon dengan baik maka saya selaku insitusi akan menyurati cabang-cabang LSM Walang Aspirasi Rakyat di Kabupaten SBB akan melakukan aksi besar-besaran di Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur, untuk melakukan aksi di depan Kantor Camat Taniwel Timur dan di Kantor Camat Taniwel. (RM)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles