spot_img

Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Ini Penyebabnya

MENARAnews, Makro – Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan pada penutupan perdagangan internasional, Senin (25/04/2016) atau Selasa (26/04/2016) WIB. Meningkatnya ketersediaan suplai minyak Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi disinyalir sebagai penyebabnya kembali jatuhnya harga minyak dunia, karena berpotensi menambah pasokan global yang melimpah.

Departemen Energi AS melaporkan bahwa pasokan minyak mentah komersial saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan karena mendekati tingkat tertinggi dalam sejarah. Para pelaku ekonomi di AS saat ini terus memonitor pergerakan harga minyak di terminal minyak Cushing. Mereka menjadikan persediaan pasokan minyak sebagai dasar harga untuk kontrak WTI.

Genscape, perusahaan yang bergerak dalam bidang competitive intelligence, melaporkan pasokan minyak mentah berjangka AS di titik pengiriman Cushing, Oklahoma mengalami peningkatan 1.549.705 barel pada pekan lalu.

Selain itu, berdasarkan data dari Bloomberg News, perusahaan minyak milik Arab Saudi, Aramco dikabarkan akan menyelesaikan perluasan ladang minyak. Kondisi ini diprediksikan tidak hanya mampu mempertahankan produksi eksportir minyak terbesar di dunia itu yang saat ini berkapasitas total 12 juta barel per hari, tapi juga akan meningkatkan kapasitas Shaybah dari 750.000 barel menjadi 1,0 juta barel per hari.

“Laporan-laporan itu berpotensi menimbulkan kegelisahan para pelaku ekonomi di pasar global,” kata Bernard Aw, analis IG Markets di Singapura.

“Apabila Arab Saudi melakukan peningkatan produksi minyak dalam jumlah yang besar, level harga minyak di 40 dolar AS per barel diprediksi akan mudah berubah. Hal ini jelas berpotensi menimbulkan masalah pada penyeimbangan pasar minyak, yang mungkin juga berdampak pada paruh pertama tahun depan,” tambahnya seperti dilansir AFP.

Data yang dilansir AFP menunjukkan, harga minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2016, mengalami penurunan sebesar 1,09 dolar AS (2,5 persen). Harga minyak mentah ditutup pada 42,64 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak mentah di London, Brent North Sea, untuk perdagangan Juni 2016, turun menjadi 44,48 dolar AS per barel. Harga tersebut turun merupakan penurunan dari harga sebelumnya sebesar 63 sen atau 1,4 persen. (ADF)

{adselite}

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles