Google: Android Kini Jadi Jauh Lebih Aman

MENARAnews, Apps&OS – Pada pertengahan 2015 lalu, perusahaan yang bergerak di bidang kemanan internet, Zimperium mengumumkan kabar yang sangat mengejutkan bagi para pengguna sistem operasi Android.

Sistem operasi buatan Google itu dilaporkan memiliki celah keamanan yang sangat berbahaya. Celah keamanan yang dinamakan Stagefright itu memungkinkan para hacker untuk mengontrol dan mengambil data smartphone Android secara remote (jarak jauh).

Tak berselang lama, pada Oktober 2015, Zimperium kembali menemukan Stagefright versi 2.0. Bug ini memungkinkan para hacker memasukan kode berbahaya pada file berformat .mp3 dan .mp4.

Isu keamanan ini jelas membuat ratusan juta pengguna Android di seluruh dunia merasa khawatir, karena takut menjadi korban serangan cyber.

Menyikapi hal ini, Google pun melakukan berbagai macam upaya untuk meningkatkan sistem kemanan Android. Kini, Google mengklaim bahwa Android sudah tidak seperti dulu lagi, Android kini jadi jauh lebih aman.

Selain itu, laporan yang dibuat Google dengan judul “Android Security State of the Union” menunjukkan, perangkat Android yang ter-install aplikasi berbahaya sepanjang tahun 2015 ternyata jumlahnya sedikit sekali. Menurut Google, hanya 0,15 persen dari seluruh perangkat yang tersebar di seluruh dunia. Google juga menyebutkan angka tersebut hamper memiliki kesaaman dengan temuannya pada tahun 2014.

“Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah perangkat Android yang terpasang aplikasi berbahaya ternyata tak sesuai dengan kehebohan yang berkembang di public,” kata Adrian Ludwig, Lead Security Engineer Android.

Untuk meningkatkan sistem keamanan Android, Google telah melakukan berbagai upaya, yaitu memverifikasi dan memonitor Play Store agar terhindar dari aplikasi jahat yang mengandung malware dan aplikasi-aplikasi sejenis lainnya. Menurut Google, langkah ini efektif mengurangi instalasi aplikasi malware ke perangkat pengguna sebanyak 40 persen dibandingkan dengan tahun 2014. Spyware yang beredar di Play Store juga berkurang sebanyak 60 persen.

Upaya yang kedua, sejak versi Android 5.0, untuk meningkatkan kecepatan update sistem keamanan Android, Google memutuskan untuk mengontrol update keamanan, jadi bukan produsen hardware ponsel lagi.

Selanjutnya, di versi Android 6.0 Marshmallow, Google menambahkan fitur enkripsi terhadap media penyimpanan, baik media internal maupun eksternal. Selain itu, pengguna juga bisa mengatur data apa saja yang bisa dibagi ataupun yang tidak dengan sebuah aplikasi. (ADF)

{adselite}

Comments
Loading...