spot_img

Fungsionaris dan Kader Golkar Kota Ambon Ngamuk

MENARAnews, Ambon (Maluku) – Fungsionaris dan puluhan kader Partai Golkar Kota Ambon, Rabu (20/4) siang tadi mengamuk di Sekretariat DPD Partai Golkar Maluku di bilangan Karang Panjang Ambon.

Aksi ini menyusul pelaksanaan Musda VIII Partai Golkar Kota Ambon yang menggantung dibawah kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Zeth Sahuburua.

Padahal, mereka telah siap melaksanakan Musda VIII Partai Golkar Kota Ambon, Selasa (19/4). Penetapan ini kemudian mengalami penundaan, Jumat (22/4) mendatang, dan kembali ditunda lagi.

Akibat ketidakjelasan pelaksanaan yang terus digantung, maka fungsionaris dan kader Partai Golkar Kota Ambon terpaksa mengamuk.

Mereka merangsek masuk ke sekretatiat DPD Partai Golkar Maluku, mencari pengurus meminta kejelasan. Sebagian lain terlihat merusak kursi yang ada dalam ruangan.

Melihat massa ngamuk, para pengurus DPD Partai Golkar Maluku lari tunggang langgang menyelamatkan diri dari amukan fungsionaris dan kader.

Pantauan Menara News di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Ambon, sampai dengan sore tadi memperlihatkan, seluruh fungsionaris dan kader tampak serius melakukan rapat.

Mereka tenang ketika aparat kepolisian mendatangi Sekretariat. Menghadapi Kabag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Meyty Jacobus, disampaikan bahwa apa yang terjadi adalah bagian dari dinamika internal partai.

Alhasil, Iptu Meyty Jacobus dan personil polisi lainnya meninggalkan sekretariat DPD Partai Golkar Kota Ambon yang jaraknya tidak jauh dari Sekretariat DPD Partai Golkar Maluku.

Kedatangan Iptu Meyty Jacobus dan personil Polres ini atas laporan yang disampaikan oleh Fungsionaris DPD Partai Golkar Maluku.

Sementara itu, kepada wartawan, Sekretaris Partai Golkar Kota Ambon, Max M. Siahay mengatakan, memahami aksi yang dilakukan semata-mata sebagai sebuah dinamika organisasi.

“Proses Musda VIII penjadwalannya selalu diulur dan ini sangat mengecewakan. Ada kepentingan segelintir oknum partai yang tetap berusaha mempengaruhi Ketua DPD Partai Golkar Maluku agar menunda kegiatan Musda,” beber Max.

Karena itu, aksi yang dilakukan menurutnya, masih dalam batas wajar dan harus disikapi secara serius. Apalagi, penundaan yang dilakukan kental dengan aroma jegal-menjegal kader yang didasari oleh sakit hati.

“Nah cara-cara ini sebaiknya segera diakhiri. DPD Partai Golkar Maluku harus jujur dan jangan berlindung dibawah ketiak ketua dan mengulur waktu dengan niat yang jahat,” tegasnya.

Usai aksi, mereka mengeluarkan pernyataan sikap dan bertekad segera melaporkan kepada DPP Partai Golkar di Jakarta untuk turun tangan mengatasi kemelut yang sedang terjadi.

Pernyataan sikap dimaksud dikeluarkan menyikapi situasi yang berkembang menyangkut tarik ulur penyelenggaraan Musda VIII Partai Golkar Kota Ambon yang semula direncanakan Selasa (19/4) kemudian ditunda lagi, Jumad (22/4), dengan alasan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Zeth Sahuburua akan mengikuti RUPS Perusahaan Daerah Panca Karya mewakili Provinsi Maluku sebagai pemegang saham mayoritas.

Terhadap penetapan ini ternyata kemudian terjadi lagi penundaan sehingga semakin kabur dan tidak jelas pelaksanaan Musda VIII maka bersama ini Fungsionaris DPD Partai Golkar Kota Ambon menyatakan sikap sebagai berikut ;

  1. DPD Partai Golkar Kota Ambon tetap melaksankan Musda Partai Golkar Kota Ambon tanggal Jumad (22/4/2016).
  2. DPD Partai Golkar Provinsi Maluku telah mencederai proses konsolidasi dan proses organisasi Partai Golkar Kota Ambon menghadapi proses Pilkada Kota Ambon 2017.
  3. Meminta DPP Partai Golkar untuk segera menurunkan Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.
  4. Meminta secara tegas kepada DPP Partai Golkar segera mengambil alih menyelsaikan masalah yang terjadi DPD Partai Golkar Provinsi Maluku dan DPD Partai Golkar Kota Ambon.

Jika pernyataan sikap ini tidak ditanggapi secara serius maka seluruh kader dan fungsionaris Partai Gokar Kota Ambon siap mengundurkan diri dan melepaskan atribut partai karena segala yang melekat pada diri mereka demi kebesaran Partai Golkar selama ini, ternyata tidak diperhatikan secara serius oleh elit Partai Golkar di daerah utamanya DPD Partai Golkar Maluku yang dipimpin oleh Zeth Sahuburua.

Direncanakan, Kamis (21/4) pernyataan sikap yang ditanda tangan oleh Fungsionaris dan kader tersebut akan dibawa langsung ke DPP Partai Golkar di Jakarta untuk disikapi. (RM)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles