spot_img

Blok Masela di Darat,Pemerintah Provinsi Harus Mempersiapkan SDM

MENARAnews, Ambon (Maluku) – Ketua Lembaga Pengkaji Pembangunan Selatan Daya (LPPMSD), Raendra Manaha yang juga Ketua Forum Komonikasi Pengkaji Pengwal Pembangunan MBD (FKP3MBD) kepada menaranews (red kemarin) menyampaikan terkait dengan keputusan Persiden RI Joko Widodo bahwa proses pengelolaan Blok Abadi Masela yang dilakukan di darat harus diapresiasi,

karena Presiden paham tentang kebutuhan masyrakat Maluku dan pergumulan Masyarakat Maluku.

“Maluku merenungkan sejarah yang pada zaman dahulu setelah penjajahan melirik Maluku karena mempunyai rempah-rempah yakni cengkeh dan pala dan banyak Negara Eropa bahkan Asia ingin menguasai Maluku. Kita begitu istimewa di Mata Tuhan karena kita diberkati SDA yang merimpah ruah di Maluku dalam hal ini Blok Masela yang kandungan Gasnya sangat besar dan menjadi Gas Abadi dan ini menjadi perbincangan nasional, lokal, dan menjadi lirikan internasional,” ujarnya.

Lanjut Manaha, dirinya menyamapaikan dengan keputusan Persisden RI Blok Masela yang dilakukan di darat adalah warana yang baik untuk Maluku lebih ke depannya mempersiapakan kreativitas serta kapasitas yang baik untuk mengawal kekayaan alam yang dianugarahi Tuhan serta warisan leluhur kepada kita.

“Untuk itu kita harus bersama-sama Pemerintah dalam berbagai Aspek mempersiapkan sisitem yang rapih agar kita menjadi Tuan di Negeri sendiri, kreativitas yang kita miliki mari kita fokuskan dalam menghargai kekayaan Alam yang kita Miliki ini,” ajaknya.

Manaha juga menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku dalam mempersiapakan SDM yang lebih kompleks dalam mengendalikan pengawalan SDA yang dimiliki agar lima hingga 15 ke depan Maluku sudah mimiliki SDM yang khusus dan dapat mengendalikan Blok Masela sendiri.

Masih dengan Manaha,”Pemerintah Provinsi bahkan daerah harus secara ekstra bagaiman bisa mempersiapkan BMUD untuk menjadi peran sisitim baik dalam menjawab kepentingan kedepan agar kedepanya kita mapan dalam memfasilitasi kepentingan kita dalam mengelolah SDA yang kita punya,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa pendekatan Ekomi Mikro harus difokuskan, pembekalan yang khusus terkait dengan peningkatan kapasitas kualitas usaha kecil menengah kepada Masyrakat Maluku dalam persaingan ekomomi yang akan terjadi pada pengelolaan Blok Masela yang nantinya, karena bukan saja masyarakat kita yang akan mencari manfaat di sana tetapi bayangkan 600 ribu orang akan datang menghuni di MBD dan MTB bahakan di wilayah-wilayah Maluku yang lainnya. Apabila masyarakat Maluku tidak memiliki kapasitas dan kualitas yang lebih husus maka persaingan ekonomi masyarakat kita akan kalah dengan warga luar yang mencari hidup di Kabupaten MBD dan MTB bahkan di Maluku.

Lanjutnya, Dalam segi aspek yang alain seperti pertanian, petenakan, parawisata, pendidikan dan itu yang harus di beri berdayakan dan difasilitasi dengan baik oleh Pemeirinah Provinsi dan Pemerintah Daerah MBD maupun MTB.

“Blok Masela yang dikelola di darat jangan sampai menjadi manafaat yang berguna bagi para pendatang dan ini harus di persiapakan dan menjadi titik focus kita semua elmen yang ada di Maluku,” pungkasnya. (RM)

 

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles