spot_img

Aksi Nelayan Sumut, Desak Pemprov Tindak Pengguna Pukat Trawl

MENARAnews, Medan (Sumut) – Ribuan nelayan tradisional se-Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Mereka datang dari wilayah Pesisir Pantai Barat dan Timur Sumatera untuk menuntut pemerintah menindak Pukat Trawl yang telah menyengsarakan nasib mereka, Kamis (14/3/2016). 

Pertentangan antara nelayan modern dan tradisional sudah menjadi masalah klasik nelayan Indonesia. Penggunaan pukat trawl menjadi penyebab tangkapan nelayan tradisional menuun drastis. Nelayan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap nelayn yang menggunakan pukat trawl.

“Selamatkan laut Selat Malaka dari kebiadaban pengusaha yang menciptakan alat tangkap yang merusak. Ini demi masa depan laut kita,” ujar seorang orator dari atas mobil komando. 

Masyarakat Internasional melalui FAO, telah menyepakati tata laksana untuk perikanan yang bertanggung jawab. Tata laksana ini mendorong setiap negara untuk melarang praktek penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, zat beracun, serta penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut. 

Penangkapan ikan menggunakan pukat trawl adalah cara-cara yang bisa merusak ekosistem laut. Para nelayan juga menukung peraturan yang dikeluarkan menteri perikanan dan kelautan Susi Pudjiastuti atas Permen No. 02 Tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat Pukat Hela (Trawls) dan pukat tarik. 

Mereka siap mengawal peraturan ini hingga tak ada lagi nelayan yang dirugikan dengan adanya pukat Trawl. 

“Kami siap mengawal peraturan yang dikeluarkan menteri Susi. Karena kami tau, laut adalah sumber kehidupan kami untuk mencari makan,” ujar Sutris selaku ketua Forum Aliansi Organisasi dan Masyarakat Nelayan Tradisional Sumatera Utara. 

Dalam aksinya, Nelayan membawa Marching band yang dimainkan oleh anak-anak nelayan. Meskipun dengan alat cukup sederhana, mereka tampak semangat dalam mengikuti aksi. Mereka juga akan menyerahkan miniatur Kapal Pukat Trawls kepada Plt. Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi. Aksi mendapat pengawalan ketat petugas kepolisian dan Satpol PP. (yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles