spot_img

Vaksi Polio Berbahan Babi?

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pada 8 hingga 15 Maret 2016, Kementerian Kesehatan RI berencana menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio bagi anak-anak secara serentak di seluruh Indonesia. Namun, warga di Kalteng melalui media sosial sempat dihebohkan dengan salah satu vaksi yang dinilai mengandung babi.

Dalam foto yang diunggah di media Facebook ditemukan satu buah kotak bertuliskan Vaksin Polio Merk IMOVAX POLIO. Selanjutnya terdapat keterangan proses pembuatan vaksi bersinggungan langsung dengan bahan babi. Tentunya hal ini membuat resah sebagian Umat Islam.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng Syamsuri Yusuf dikonfirmasi mengatakan, informasi tersebut harus terlebih dahulu dipastikan kebenarannya.

Minggu kemarin kita bersama dengan Dinas Kesehatan dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia, red) mengadakan pertemuan di Bogor membahas tentang imunisasi. Selama ini, baik-baik saja. Bahkan ada yang sudah bersertifikat halal,” jelas Yusuf dikonfirmasi MENARAnews Minggu (06/03/2016).

Apabila memang informasi tersebut benar adanya, maka akan menjadi haram bagi Umat Islam. Kata Syamsuri, apabila suatu benda sudah dinyatakan haram maka akan tetap haram.

Kalau memang mengadung bahan yang diharapkan, tegas saja bilang kalau itu haram. Kalau memang itu benar, seharusnya juga hal tersebut disampaikan kepada publik atau masyarakat,” ucap Yusuf menambahkan.

Dikatanya Sekretaris MUI Kalteng ini kembali, jika seseorang tidak mengikuti atau melakukan imunisasi kemudian mengalami sakit, maka hukum darurat yang berlaku.

Misalnya saja, orang tersebut tidak diimunisasi dan secara nyata akan mengganggu kesehatan si orang tersebut, bahkan mengarah kepada kematian, maka hukumnya darurat. Dan kejadian tersebut dibolehkan dalam islam menggunakan obat meski haram. Tetapi barang haram tetap saja dikatakan haram,” ucapnya lebih dalam lagi.

Atas informasi yang disampaikan, tentunya hal ini tergantung dari masyarakat, sasaran, atau konsumen yang mau mengikuti imunisasi. Hal ini tergantung dan kembali lagi kepada pemahaman orangtua balita atau anak.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suprastija Budi melalui Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinas Provinsi Kalteng Sopia Wirda diwawancarai mengatakan, adanya tulisan proses berbahan babi di salah satu kotak obat vaksin polio adalah tidak benar.

Perlu kita tegaskan kepada masyarakat, kalau isu bahan babi itu tidak benar, dan saya juga mendapatkan informasi itu dari teman-teman terkait isu tersebut,” ujar Wirda.

Dia memastikan, obat vaksin polio yang digunakan dalam Pekan Imunisasi Nasional di Kalteng nanti menggunakan imunisasi berupa tetesan dan bukan berupa suntikan.

Saya lupa merk obat vaksinya, yang jelas kalau salah satu obat vaksin polio yang diisukan merupakan vaksin polio berjenis suntikan. Dan PIN nanti kita tidak menggunakan suntikan tapi sekali lagi kita informasikan ke masyarakat kalau vaksin polio yang kita berikan adalah berupa tetesan,” tutupnya. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles