spot_img

Unjuk Rasa FK-MPR

MENARAnews, Medan (Sumut) – Ratusan massa dari Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel (FK-MPR) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Walikota Medan, Senin (14/3/16). Mereka kembali menuntut relokasi 673 Kepala Keluarga yang digusur dari daerah pinghitan rel seputaran kawasan Glugur. 

Penggusuran akan dilakukan terkait pembangunan rel ganda Medan-Belawan. Warga yang sudah puluhan tahun tinggal di pinggiran rel ini hanya diberikan uang ganti rugi sebesar 1,5 juta rupiah. Mereka menilai, Pemerintah Kota Medan dengan semboyan ‘Medan Rumah Kita’ telah gagal dalam mengakomodir kemauan rakyat. “Pemko telah menutup mata akan nasib rakyat,” ujar Sapral salah satu massa aksi dari pengeras suara. 

Dalam aksinya massa sempat mengancam meruntuhkan gerbang Kantor Walikota. “Pak Wali Kota, Anda sebaiknya keluar. Jangan Anda bersembunyi di dalam kantor. Kalau Anda tetap bersembunyi, kami akan meruntuhkan gerbang ini,” teriak ratusan massa aksi. 

Mendengar ucapan massa aksi, polisi gabungan dari Polresta Medan bersama Satpol PP langsung membentuk barikade di depan pintu masuk. Mereka meminta warga untuk tidak melakukan aksi anarkis.

Pemko Medan telah menawarkan kepada warga untuk direlokasi ke Rusunawa. Namun warga menolak karena dinilai rusunawa tak bisa menampung jumlah warga yang cukup banyak. Selain itu banyak warga yang usianya sudah tua dan tak mampu naik ke rusun yang cukup tinggi. 

“Kalau kami yang sudah tua ini cemana lah mau naik ke atas, itu tinggi kali sampai ke lantai lima,” ujar Way manalu salah seorang warga. 

Dalam aksinya FK MPR juga membawa anak sekolah yang masih memakai seragam sebagai massa aksi. (Yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles