http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Suku Dayak Lakukan Ritual Gerhana

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Selama lebih dua menit, Kota Palangka Raya dan sekitarnya diselimuti kegelapan karena proses kejadian alam yang luar biasa terjadi, atau yang disebut dengan Gerhana Matahari Total (GMT).

Prosesi kejadian ini tentunya memiliki makna tersendiri bagi dunia dan kehidupan seperti yang diramalkan oleh tokoh masyarakat Adat Dayak Kalteng. Berdasarkan hasil ritual suku dayak “Balian Manenung Gawin Rahu” yang artinya meramal pekerjaan bulan mengungkapkan bahwa gerhana merupakan pertanda baik.

“Ini berati, sesuai dengan hasil manenung tadi, bahwa untuk kehidupan dunia secara keseluruhan, proses gerhana matahari total yang terjadi bertanda baik yang nantinya akan memberi kehidupan dan kesejahteraan baik bagi masyarakat khususnya bagi para petani.” ujar Bajik R. Simpe, Peramal Suku Dayak, Rabu (09/03/2016) di Budaran Besar Kota Palangka Raya.

Dia menyampaikan, petani akan mendapatkan keberuntungan, kesuburan dan hasil panenya nanti jauh lebih bagus karena jauh dari serangan hama. Dijelaskannya kembali, Bulan atau Rahu menutupi matahari dari atas ke bawah dimaknakan bulan memberikan makan untuk kesejahteraan manusia.

Jika dilihat dari proses terjadinya GMT, menurut Bajik kembali, semuanya memiliki makna tersendiri, baik proses penutupan matahari dari atas ke bawah, dari samping baik dari kiri atau kanan dan dari bawah ke atas.

“Kalau proses menutupnya dari atas ke bawah, itu pertanda memberikan rezeki bagi kehudupan manusia. Kalau lewat samping kiri atau kanan bertanda nantinya beberapa kegiatan pembangunan akan banyak kendala dan hambatan,” ujarnya.

Sementara dari bawah ke atas menandakan bahwa suatu kehidupan kedepanya akan sulit dijalani. Bayangkan saja kata tokoh dayak ini, kalau kita berjalan menuju tempat yang diinginkan tetapi tidak ada mata untuk melihat jalan yang dituju.

Ini artinya perjalanan hidup manusia akan ditimpa kesulitan sehingga sangat sulit sekali untuk meraih tujuan yang diinginkan.

Tidak hanya melakukan ritual “Balian Manenung Gawin Rahu” dalam menyambut proses terjadianya GMT, Tokoh Adat Dayak Kalteng juga melakukan ritual lainnya yakni =”Balian Manambang Matanandau Nawan”.

Rabiadi selaku Basirubu atau Tokoh Rohaniawan Hindu Kaharingan menyampaikan, Balian Mantanandau Nawan ini merupakan ritual untuk memohon peyertaan kepada para dewa atau malaikat Tuhan agar dengan proses terjadinya gerhana matahari ini tidak membawa pengaruh buruk bagi kehidupan manusia.

“Kita mehomonan kita kepada Tuhan agar kita semua dijauhkan dari pengaruh-pengaruh negatif bagi kehidupan manusia, dan terjadinya gerhana matahari ini memberikan dampak dan pengaruh yang baik bagi kehidupan kita semua karena kejadian alam seperti ini jarang terjadi,” jelasnya.

Prosesi Ritual Balian sendiri, katanya diperuntukan dalam berbagai macam jenis acara atau ritual, seperti acara kehidupan, kematian, kelahiran, dan perkawinan, acara pembukaan lahan serta acara lainya.

Dalam acara Ritual Baliang, bahasa yang digunakan pada umumnya lanjut Rabiadi, menggunakan bahasa Sangiang atau Bahasa Suku Dayak Kuno. Istimewanya bahasa Sangiang katanya lagi, digunakan secara khusus untuk pelaksanaan upacara atau ritual, tidak digunakan untuk bahasa komunikasi sehari-hari.

“Sahasa Sangiang dimaknai banyak artinya, dan bahasa ini banyak mengandung kiasan seperti ibaratkan, andaikan, seperti. Kalau kita artikan perkata itu susah. Dan biasanya ritual inu disajikan dengan iring-iringan alat seperti gendang, katambung serta gong,” tutupnya.(Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,433PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.