Rendahnya Partisipasi Pemilih Disebabkan Kurangnya Pendidikan Politik

MENARAnews, Medan (Sumut) – Lembaga Investasi Pemilu dan Demokrasi (Lipdem) dan RE Foundation menggelar diskusi hasil survey tentang Analisis Kausalitas Rendahnya Tingkat Partisipasi Pemilih Dalam Pilkada Kota Medan 2015 di Rumah W, Jalan KH. Wahid Hasyim, Rabu (22/3/16)

Diskusi ini dihadiri oleh peneliti Lipdem Henry Sitorus, Shohibul Anshor Siregar dan R.E. Nainggolan selaku pimpinan R.E. Foundation. Henry Sitorus yang juga staff pengajar di FISIP USU ini mengatakan, rendahnya partisipasi warga Medan yang memilih pada Pilkada 9 Desember 2015 lalu dikarenakan ketertarikan warga terhadap pasangan calon.

“Karakter calon pemimpin sangat mempengaruhi minat warga untuk memilih,” jelasnya dalam diskusi hasil survey, Rabu (23/3/16).

Selain itu persoalan pemilih menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak 9 Desember lalu merupakan hak dari warga negara. Hal tersebut juga mencerminkan tingkat partisipatif pemilih dalam menyumbangkan hak suaranya. 

Menurutnya, aktifitas sosialisasi politik dan pendidikan politik masih terbilang rendah. Ini juga menjadi hal yang cukup signifikan ditengah situasi Kota Medan dengan segala persoalannya. 

“Kondisi yang seperti ini merupakan keprihatinan tersendiri bagi kita,” katanya. 

Shohibul Anshor yang juga mengisi diskusi mengatakan tingkat partisipatif pemilih yang rendah menunjukkan kebobrokan sistem Pemilu sekarang. Maraknya money politic menambah daftar buruk penyelenggaraan pemilu. 

“Pemilu yang diadakan hanya membuang waktu, membuang tenaga, dan menghabiskan biaya,” tukasnya. 

Meski sudah dinilai maksimal, permasalahan pemilu belum juga dapat terselesaikan.

“Di hulu, permasalahan legal frame work (data penduduk) masih jadi masalah klasik, di tengah masih maraknya fenomena money politic dan penggiringan massa jadi masalah, di Hilir masalahnya ada pada penggelembungan suara dan penyalahgunaan formulir A5, c6 dan C1,” pungkasnya. 

Belum lagi masalah integritas penyelenggara pemilu. Bagi Shohibul, hingga kini penyelenggara belum memiliki integritas dalam menyelenggarakan pemilu.

Diskusi tersebut dihadiri puluhan awak media baik cetak maupun elektronik. (yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles