Proton Mail, Cara Terbaik, Cepat, dan Mudah Mengirim/Menerima Email Terenkripsi

MENARAnews, Security – Masih ingat dengan kasus global surveillance yang dilakukan oleh Badan Intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA)?

Terungkapnya kasus tersebut membuat kita mengetahui sebuah fakta bahwa komunikasi digital, khususnya melalui email tidak sepenuhnya mampu memberikan jaminan keamanan informasi, pasalnya hacker maupun organisasi pemerintah yang memiliki teknologi canggih dapat dengan mudah menyadap komunikasi email yang kita lakukan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa password dan sistem keamanan lainnya sebenarnya tidak cukup untuk mengamankan email.

Namun jangan takut, sebenarnya ada cara yang cukup efektif untuk membuat penjahat cyber tidak berkutik walaupun mereka berhasil mengambil alih email kita. Apa itu? Jawabannya adalah dengan menggunakan enkripsi.

Sebenarnya, banyak aplikasi enkripsi tersebar luas di Internet yang berfungsi untuk memastikan bahwa komunikasi email yang kita lakukan tidak dapat dilihat oleh siapa pun. Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi PGP (Pretty Good Privacy Encryption).

Namun demikian, bagi seorang end user, melakukan konfigurasi aplikasi enkripsi, seperti PGP merupakan sesuatu yang cukup sulit dan ribet, sehingga hampir 97% pengguna internet, termasuk pegawai pemerintah masih berkomunikasi dengan menggunakan layanan email yang tidak terenkrip, seperti Gmail, Yahoo, Outlook, dan layanan email lainnya.

Lantas bagaimana agar komunikasi email kita aman tanpa harus dipusingkan dengan konfigurasi enkripsi yang terkenal cukup ribet itu? Solusinya adalah dengan menggunakan Proton Mail

ProtonMail yang dikembangkan oleh ilmuwan dari CERN dan MIT ini sangat menarik dan spesial. Tidak hanya gratis, layanan email ini bersifat open source, end-to-end encrypted email service, dan menawarkan cara yang cepat dan mudah untuk melakukan komunikasi email yang terenkripsi.

Salah satu keunggulan lainnya dari Proton Mail adalah, layanan email ini berbasis di Swiss sehingga tidak terpengaruh dengan hukum Amerika Serikat. Selain itu, dalam kasus terburuk, apabila badan hukum di Swiss meminta data ke ProtonMail, mereka hanya mendapatkan data terenkripsi yang mungkin mustahil untuk di-decrypt, karena ProtonMail tidak menyimpan kunci enkripsi pengguna.

Bagi anda yang merasa paranoid dengan keamanan komunikasi digital, khususnya melalui email namun tidak ingin ribet dengan konfigurasi enkripsi, ProtonMail merupakan pilihan yang sangat tepat.

Tertarik menggunakan ProtonMail?, berikut ini review singkat dari MENARAnews tentang penggunaan ProtonMail.

Melakukan registrasi akun di ProtonMail sangat mudah, sama seperti saat mendaftar di layanan email lainnya, seperti Gmail dan Yahoo. Cukup dengan mengunjungi situs ProtonMail dan meng-klik menu “Sign Up”. Akun gratis ProtonMail memiliki fitur, antara lain

  1. Inbox berkapasitas 500 MB
  2. 150 email per hari
  3. Two factor authentication

Untuk menambah kapasitas penyimpanan, anda harus mengeluarkan sejumlah uang.

Gambar diatas adalah tampilan form pendaftaran. Satu hal yang perlu dicermati pada proses ini adalah fitur “Mailbox Password”. Pastikan anda mengingat password ini, karena jika lupa, walaupun kunci enkripsi bisa direset, anda tidak akan bisa lagi membaca email lama anda.

Setelah proses pendaftaran selesai, pengguna akan langsung di-redirect ke halaman inbox. Seperti gambar di bawah ini.

Secara default, ProtonMail akan mengenkripsi data yang dikirim ke sesama pengguna ProtonMail, namun apabila akan mengirim email ke provide email lainnya, seperti Google, pengguna harus terlebih dahulu mengklik icon “gembok” untuk membuat kunci enkripsi,  seperti gambar di bawah ini.

Setelah email berhasil dikirim, tampilan ProtonMail di akun Gmail seperti di bawah ini. Untuk membukanya, klik “View Secure Message”, kemudian masukkan kunci enkripsi yang sebelumnya telah dibuat.

(ADF)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles