Miris! Napi di Palembang Bisa Facebookan di Dalam Rutan

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Kalau narapidana (napi) di Rutan Bengkulu melakukan aksi pembakaran dan kerusuhan. Berbeda dengan narapidana (napi) di Rutan Kelas IA Pakjo, Palembang.

Mirisnya di Palembang, Romi alias Norbek napi kasus 170 KUHP dalam perkara penganiayaan dan divonis 1 tahun 8 bulan, serta M Ridwan napi kasus 363 KUHP pidana pencurian dengan vonis hukuman 1 tahun 10 bulan.

Keduanya dengan mudah mengakses jaringan sosial dari dalam Rutan. Bahkan keduanya, malahan asik berfoto selfie lalu mengupload-nya ke Facebook.

Kepala Rutan Kelas IA Pakjo Palembang Yulius Sahruza, Selasa (29/1) tidak menampik adanya dua napi di Rutan Pakjo yang mengupload foto serta membuat status di akun Facebook.

Kedua napi tersebut mengakses jaringan sosial melalui Handphone (HP) yang diselundupkan kedua napi ke dalam Rutan.

“Keduanya, Romi alias Norbek dan M Ridwan. Saat kita mengetahui informasi mereka bisa mengakses jaringan internet maka kita langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya kita mengamankan dua HP dari kedua napi tersebut,” katanya.

Yulius bahkan mengakui, jika banyak cara yang dilakukan para napi di Rutan Pakjo untuk menyelundupkan HP ke dalam rutan. Diantaranya, memasukan HP melalui makanan yang diantar para keluarga napi.

“Bayangkan saja napi di sini jumlahnya¬† 1.516 orang, yang jaga hanya 11 anggota. Jadi manusiawi kan kemugkinan napi ini bisa menyelundupkan HP ke dalam Rutan, dan itu tentunya bisa saja terjadi. Namun dengan adanya kejadian ini, kita terus ikhtiar dan selalu melakukan pemeriksaan, serta menggelar razia di kamar-kamar sel tahanan. Hal ini dilakukan, agar ke depan kejadian napi membawa HP ke dalam Rutan tidak kembali terjadi,” harapnya .

Kepala Keamanan Rutan Kelas IA Pakjo Palembang, Wawan Irawan menambahkan, dua napi yang mengupload status dan foto di Facebook tersebut menghuni sel tahanan Blok F.

“Setelah dilakukan penggeledahan dan ditemukan HP. Kini keduanya ditempatkan di sel tahahanan karantina. Dua napi ini, di Rutan Pakjo merupakan Tamping (Tenaga Pendamping), karena selama ini mereka berkelakuan baik. Dengan mereka kedapatan kepemilikan HP maka keduanya kita proses, bahkan keduanya terancam tidak mendaptakan PB ataupun remisi,” tegasnya. (SI)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles