spot_img

Demo Sopir Taksi Anarkis, Pengemudi Go-jek Jadi Korban Penganiayaan

MENARAnews, Jakarta – Hari ini, Selasa (22/03/2016), suasana jalanan ibukota Jakarta terasa gaduh dan sedikit mencekam. Bagaimana tidak, aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh sopir taksi konvensional (non online) berujung ricuh dan mengakibatkan munculnya beberapa aksi anarkis.

Pantauan yang dilakukan MENARAnews, aksi demo yang dilakukan di depan Gedung DPR/MPR itu justru berubah menjadi aksi yang mengganggu ketertiban umum. Salah satunya adalah saat beberapa sopir taksi melakukan sweeping di jalan Tol Dalam Kota arah Mampang menuju Semanggi. Komplotan sopir taksi itu melakukan pencegatan taksi yang masih beroperasi di jalanan, bahkan mereka menginjak-injak mobil taksi tersebut hingga mengalami beberapa kerusakan dan mengancam sopir taksi yang masih beroperasi itu untuk segera menghentikan kegiatannya.

Tindakan para sopir taksi yang tidak bertanggung jawab itu mengakibatkan jalanan di sekitar aksi anarkis itu mengalami macet parah.

Tak hanya itu, aksi demo tersebut juga tiba-tiba berubah menjadi “medan pertempuran” antara sopir taksi dan pengemudi Go-jek. Terlihat puluhan pengemudi Go-jek dan sopir taksi akan terlibat tawuran. Untungnya, para aparat keamanan yang bertugas disana bertindak cekatan, sehingga aksi kekerasan antara dua kelompok itu dapat dicegah.

Sementara itu, ada insiden penganiayaan terhadap seorang pengemudi Go-jek yang bernama Siswanto (38). Ia dikeroyok di Jalan Fly Over Gerbang Pemuda, Senayan. Untungnya, polisi berhasil mengamankan pria tersebut dari amuk massa dan kemudian dibawa ke posko kesehatan di kawasan DPR/MPR RI.

Akibat penganiayaan tersebut, Siswanto mengalami luka serius di di wajah dan badannya. Sial bagi Siswanto, motor miliknya juga hancur di bagian depan dan sampingnya. (ADF)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles