Valentine’s Day Haram Bagi Umat Muslim

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng menyatakan bahwa perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day yang biasanya berlangsung pada 14 Februari Haram bagi Umat Islam.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng, Syamsuri Yusuf, menyampaikan perayaan Valentine’s Day tidak ada dalam hukum islam dan hal tersebut adalah perayaan agama non islam.

“Bagi umat muslim yang merayakan valentine’s day hukumnya haram, sebab islam sangat tegas yang tidak ada dalam syariat islam dan sifatnya menyimpang, sudah pasti diharamkan,” tegasnya saat dihubungi MENARAnews via telfon , Jumat (12/2/2016) siang.

Dilanjutkannya, dalam islam tidak ada hari Kasih sayang sebab kasih sayang sudah terjadi setiap hari dan semua sesuai dengan syariat islam terutama bagi pasangan suami istri, anak dengan orangtua.

“Segala sesuatu yang berhubungan dengan Valentine’s Day dan hal yang menyukseskan Valentine hukumnya dosa dan haram bagi umat muslim,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Kalteng,  Aldila Surasna Gerhana Putri, mengatakan bahwa Valentine’s Day atau yang biasa disingkat dengan V-day lahir dari peradaban budaya barat, dan setiap aktifitas yang berkaitan dengan V-day pasti terjadi Liberalisasi, Hedonisme, dan Free Sex.

“Hal tersebut bisa sangat berbahaya bagi generasi penerus yang larut dalam fenomena V-day dengan dalih hari kasih sayang, padahal hal tersebut mengampanyekan seks bebas dan mereka terlibat di dalamnya,” jelasnya.

Katanya lagi, ketika hal tersebut menjadi ritual tahuhan yang “wajib” bisa menjadi sangat berbahaya, karena tanpa V-day Indonesia sudah darurat kekerasan seksual, darurat pornografi, dan darurat narkoba.

“Rasullah sudah mengatakan siapa saja melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan tuntunanku maka perbuatan tersebut akan tertolak, intinya semua yang merayakan dan turut memerihkan berdosa dan haram,” jabarnya.

Dilain tempat, Siwel salah satu mahasiswa sangat setuju bahwa kegiatan V-day adalah budaya luar yang sebenarnya tidak seharusnya menjadi rutinitas tahunan sebab kasih sayang sudah terjadi setiap hari baik itu kepada orangtua maupun keluarga.

“Aku pribadi melihat V-day salah bila dirayakan, sebab itu budaya luar yang belum tahu dari mana asal usul V-day dan belum jelas maksudnya, bahkan banyak di Indonesia V-day disalahartikan dengan free sex, bila kita melihat miris anak muda sekarang, untuk hari besar saja seperti hari pahlawan mereka tidak tahu namun untuk V-day selalu dipersiapakan dari jauh-jauh hari, intinya V-day seharusnya tidak dirayakan karena sering disalh artikan,” jelasnya singkat. (Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

Comments
Loading...