Terkait Virus Zika, WHO Nyatakan Status Darurat Kesehatan Internasional

MENARAnews, Eropa – World Health Organization (WHO), mengumumkan keadaan darurat kesehatan global terkait dengan penyebaran penyakit yang disebabakan oleh virus Zika di Amerika Latin. Pengumuman itu disampaikan oleh Dirjen WHO, Dr Margaret Chan setelah menghadiri pertemuan para ahli kesehatan dunia di Jenewa, Swiss pada Senin (01/02/2016). Ia menyatakan bahwa menyebarnya virus Zika meruapakan sebuah peristiwa yang perlu mendapatkan tanggapan yang cepat dari dunia internasional.

“Saya mengumumkan bahwa sejumlah masalah kesehatan yang berkaitan dengan microcephly dan kelainan neurologis lainnya yang terjadi di Amerika Latin dan sejumlah kasus serupa di French Polynesia merupakan sebuah keadaan darurat kesehatan dan mendapatkan perhatian global,” ujar Margaret Chan

Pengumuman ini dikeluarkan karena para ahli di bidang kesehatan merasa khawatir virus ini akan menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia dengan konsekuensi yang sangat buruk. Kekhawatiran para ahli itu cukup berdasar, mengingat virus ini telah menyebar dan ditemukan di beberapa negara Amerika Latin dan beberapa negara lainnya.

Infeksi virus Zika yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini dapat menyebabkan gejala microcephly atau kelahiran bayi dengan ukuran kepala yang lebih kecil dari ukuran normal.

Hingga saat ini, lebih dari 20 negara, termasuk Brasil telah melaporkan kasus virus Zika. Dalam laporan itu, sebagia besar infeksi yang terjadi menunjukkan gejala ringan ataupun tanpa gejala, namun ada juga yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan yang disebut dengan sindrom Guiilaen-Barre.

Dampak kerusakan terbesar dari virus ini diyakini terjadi saat menyerang wanita yang sedang hamil, karena dapat mengakibatkan bayi lahir dengan ukuran otak yang kecil. Kasus yang cukup parah terjadi di Brasil pada Oktober 2015 lalu, tercatat ada 4000 kasus microcephaly.

Berikut beberapa gambar yang terkait penyebaran virus Zika

Peta persebaran virus Zika di negara Amerika Latin (Sumber: WHO)

Siklus penularan virus Zika

(ADF)

{adselite}

 

Comments
Loading...