Polisi “Kecolongan”, 7 Juta Uang Palsu Beredar di Palembang

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Walapun polisi berhasil menangkap, Nurhasanah (38) dan Sarnubi (21), pembuat dan pengedar uang palsu pecahan Rp50 ribu. Namun polisi “kecolongan” karena uang palsu sebanyak Rp 7 juta telah berhasil diedarkan tersangka di Kota Palembang.

Ditemui di Polda Sumsel, Jumat (12/2) tersangka Nurhasanah mengatakan, Ia dan Sarnubi bisa mencetak uang palsu setelah belajar dari internet. Dimana uang pecahan Rp 50 ribu dicetak menggunakan kertas HVS.

“Selama dua minggu kami sudah mengedarkan uang palsu sebanyak Rp 7 juta. Caranya dengan dibelanjakan di Pasar 16 Ilir dan warung-warung yang berada di Kertapati, Sekip dan Tangga Buntung,” katanya.

Sementara tersangka Sarnubi mengutarakan, jika yang menjadi otak utama membuat uang palsu dan mengedarkannya adalah Nurhasanah.

“Saya hanya bantu-bantu saja, Nurhasanah itu kakak angkat saya,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova didampingi Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum AKBP Kristovo menegaskan, kedua tersangka ditangkap aparat kepolisian Jatanras di kediaman Nurhasanah di Desa Sungai Pinang Kec. Rambutan Kab. Banyuasin pada Kamis (11/2) setelah melakukan penyelidikan.

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa mesin fotokopi merek Epson, printer merek Epson, laptop merek Acer, gunting, kertas HVS, tinta merek Epson dan 60 lembar upal pecahan Rp50 ribu senilai Rp3 juta yang siap edar di pasaran.

“Hasil pemerikaan diketahui tersangka selama dua minggu telah mencetak dan mengedarkan upal ini. Selama ini upal yang diedarkan dibelanjakan barang. Akibat ulahnya kedua tersangka pemalsu uang dan pengedar tersebut terancam akan dijerat Pasal 244 dan Pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 15 tahun,” tutup Djarod. (SI)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,031PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles