spot_img

Pemulangan Eks Gafatar Sumut Lamban, Sosiolog: Buka Peluang Muncul Simpati Dunia

MENARAnews, Medan (Sumut) –  Sosiolog asal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU Dra. Lina Sudarwati, M.Si mengatakan kelambanan pemerintah dalam menjemput warga Eks Gafatar Sumut akan menimbulkan masalah baru.  Bagi Ketua Jurusan Sosiologi FISIP USU ini, keterlambatan pemulangan warga sumut yang berada di Solo akan mengakibatkan permasalahan baru.

“Disana kan banyak anak-anak, pemerintah harusnya memikirkan masalah kemanusiaannya, makanya harus secepatnya dipulangkan,” katanya saat ditemui, Rabu (24/2/16).

Menurutnya, secara sosiologis lambatnya pemulangan ini akan mengakibatkan dampak terbangunnya kesdaran kelas. Karena pemerintah tidak memikirkan bahwa untuk memindahkan sebuah komunitas tidak sama dengan memindahkan benda. 

“Kesadaran kelas akan muncul dan bisa saja mereka bisa menjadi lebih solid. Pemerintah tidak memperhatikan itu,” katanya. 

Apabila pemerintah tetap lambat dalam melakukan pemulangan, Lina beranggapan permasalahan ini akan menjadi sorotan dunia.

“Itu akan mencoreng nama baik kita karena akan dianggap melakukan penelantaran warga Sumatera Utara yang ada di penampungan di Solo,” ucapnya. 

Terlepas dari permasalahan kepercayaan yang dianut oleh eks anggota Gafatar, Wanita yang aktif di berbagai penelitian sosiologi ini cukup sepakat dengan ide ketahanan pangan yang diusung oleh mereka. Karena negara ini sebenarnya sangat membutuhkan program yang seharusnya menjadi ujung tombak. 

“Ide ketahanan pangannya itu yang harusnya di contoh, kenapa tidak di bina dan diawasi,” ujarnya .

Ditanya soal penerimaan masyarakat di daerah Asal, Lina mengatakan hal ini bukan menjadi hambatan utama bagi Anggota Gafata. Karena masyarakat saat ini sudah dewasa dalam menilai. Dan pastinya ketika nanti anggota Gafatar tiba ditempatnya masing-masing akan dilihat.

“Apabila tidak melakukan penyimpangan, pasti masyarakat bisa menerima keberadaan Eks Anggota Gafatar saat tiba didaerah asalnya,” ujarnya. 

Soal pemulangan, Lina memberikan saran kepada pemerintah agar dengan sesegera mungkin menjemput warga Sumatera Utara yang masih ada di Penampungan. Jangan sampai ada kepentingan apapun dalam pemulangan warga Sumatera Utara.

“Ini masalah kemanusiaan, pemerintah harus menjadi pengayom publik sebagaimana tugasnya,” pungkasnya.

Hingga saat ini pengungsi Eks Anggota Gafatar asal Sumut dan aceh masih berada di Asrama Haji Donohudan Solo. Informasi yang dihimpun, selama ada di penampungan mereka dibiayai oleh Pemprov Jateng. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkendala oleh biaya, sehigga belum melakukan penjemputan warganya. (yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles