spot_img

Melihat Lebih Dekat Penerapan Virtual Reality di Industri Film Porno

MENARAnews, Teknologi – Mengikuti setiap detik adegan yang ada dalam film porno terkadang terasa begitu membosankan, sehingga tak sedikit yang menontonnya di adegan-adegan tertentu saja.

Namun apa yang akan terjadi jika saat menonton film tersebut kita seolah-olah menjadi salah satu bagian atau melihat secara langsung bagaimana aktor dan aktris porno tersebut beradegan panas di atas ranjang? Mungkin saja bisa sangat menyenangkan atau bahkan bisa membangkitkan fantasi seks liar anda? Tergantung dari pribadi masing-masing.

Sejak beberapa dekade yang lalu, industri film porno terus berupaya membuat penggemarnya semakin kecanduan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi media yang membuat film porno memiliki kualitas video yang tinggi, seperti VHS, DVD, BlueRay, dan video streaming, serta format video dengan kualitas tinggi lainnya.

Tak hanya berhenti sampai disitu saja, mereka terus berinovasi dan kini menghadirkan pengalaman yang benar-benar baru bagi para penggemarnya. Dengan bantuan teknologi virtual reality, industri film porno mengklaim bahwa adegan-adegan dalam film porno akan terlihat sangat berbeda dengan film yang disajikan melalui media generasi sebelumnya, bahkan mereka menyebutkan, virtual reality di fim porno layaknya sebuah mimpi yang menjadi kenyataan bagi para penontonnya.

BaDoink, salah satu rumah produksi film porno membuat sebuah langkah besar dengan memutuskan untuk hanya memproduksi film yang didesain untuk perangkat virtual reality. Untuk membuktikan keseriusan mereka bergerak dalam dunia virtual reality porn, perusahaan tersebut melakukan promosi besar-besaran dengan cara membagikan 10.000 perangkat virtual reality, Google Cardboards secara gratis, hanya dalam waktu 24 jam, perangkat tersebut habis diserbu penggemar.

BaDoink merilis sebuah video promosi tentang penggunaan perangkat virtual reality untuk menonton film porno.

Sejak saat itu, BaDoink secara konsisten memproduksi video dalam format virtual reality. Sejauh ini, BaDoink telah memiliki setidaknya 100 adegan film dalam format VR dan memproduksi video sebanyak dua kali dalam seminggu. Untuk dapat mendownload film-film tersebut, pengguna harus berlangganan terlebih dahulu. Video dalam format VR itu dapat dimainkan di perangkat virtual reality, seperti Oculus, Samsung Gear V, dan Google Cardboards.

Konten porno berformat VR yang diproduksi oleh BaDoink sebagian besar menggunakan sudut pandang 180 derajat. Mengapa tidak 360 derajat? “Sebagian besar orang yang menonton video porno berformat VR berada dalam posisi duduk terlentang, sehingga mereka tidak perlu melihat sesuatu yang ada di belakang mereka,” ungkap Todd Gilder, CEO BaDoink seperti dilansir The Next Web.

Selain itu, proses pembuatan video dengan format VR ini merupakan suatu hal yang penuh dengan tantangan. Untuk meenghadirkan suasana yang nyata dan membuat penonton merasa menjadi salah satu bagian dalam film tersebut, baik sutradara maupun aktor/aktris melewati sebuah proses pengambilan gambar yang benar-benar berbeda dari sebelumya.

“Salah satu tantangan terbesar saat proses pembuatan video dengan format VR adalah mengarahkan para aktor/aktris untuk berakting dengan cara yang tidak bisanya mereka lakukan sebelumnya,” ujar Dinorah Hernandez, penanggung jawab konten VR BaDoink

Aktris dan aktor yang terlibat dalam video tersebut juga mengungkapkan hal yang sama. Mereka mengaku agak kesulitan saat berakting. “Saat berakting, saya harus meyakinkan diri saya untuk tidak berada dalam video itu, namun saya harus tetap fokus pada dua hal, yaitu sudut pandang pengambilan gambar dan lawan main saya,” ujar Isiah Maxwell, aktor dalam video itu.

“Sangat sulit bagi kami berdua untuk berakting, sehingga posisi yang bisa kami lakukan sangat terbatas. Saya juga harus mengubah cara bagaimana saya harus tampil karena sudut pengambilan gambar sangat berbeda dari biasanya. Selain itu, saya juga harus mengeluarkan energi lebih banyak, karena lawan main saya tidak bisa banyak bergerak. Biasanya ada pembagian tugas antar pemain, namun untuk pengambilan video VR, semuanya menjadi tanggung jawab saya. Saya juga harus melatih diri saya untuk secara tepat melihat kemana arah pergerakan kamera, apakah ke depan, ke atas, atau ke bawah,” jelas Christie Stevens, aktris dalam video itu.

Film porno dengan format virtual reality kini telah mulai banyak diproduksi, dan informasi tentang rumah produksi yang menyediakan konten tersebut cukup mudah dicari di internet, dengan mengetikan keyword “virtual reality porn” di mesin pencari, akan muncul beberapa situs yang menawarkan konten-konten tersebut. Akan tetapi perusahaan yang melakukan pembuatan video dengan format VR ini, terkadang melakukannya dengan cara-cara yang tradisional, sehingga konten yang dihasilkan masih belum begitu sempurna, namun cukup untuk memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda. (ADF)

Sumber: The Next Web

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles