http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Lagi, UKT Dianggap Salah Sasaran

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) acap kali menjadi permasalahan serius bagi mahasiswa di Universitas Palangka Raya (Unpar). Aksi demo dan audiensi sempat dilakukan menuntut keringanan UKT bagi mahasiswa yang tidak mampu, tetapi belum membuahkan hasil.

Senin (15/02/2016) kemarin, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpar juga telah melakukan aksi penggalangan dana guna membantu Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang dianggap tidak mampu lagi membayar UKT.

Hari ini Kamis (25/02/2016) BEM Unpar kembali melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu Riswan mahasiswa Semester Empat yang juga jurusan FKIP. Presiden BEM Unpar Cenri menyampaikan, aksi penggalangan dana 2 juta koin itu bertujuan membantu mahasiswa yang tidak mampu membayar UKT karena tidak tepat sasaran.

“Dengan adanya aksi penggalangan dana ini diharapkan bisa mememberikan keringanan kepada mahasiswa yang tidak mampu. Bantuan penggalangan dana ini sangat membantu,” jelas Cenri saat menggelar aksi penggalangan dana, di Bundaran Kecil Palangka Raya.

Cenri menganggap, pemerintah dan pihak universitas saat ini tidak lagi mempedulikan masyarakat yang tidak mampu dalam mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Dia mengharapkan agar pihak universitas bisa lebih bijak lagi dalam menentukan dan menetapkan UKT kepada mahasiswa yang tidak mampu.

Disisi lain, Riswan saat diwawancarai mengatakan, sudah lama tinggal dengan orangtua yang bekerja sebagai tukang kayu.

“Kalau lahir saya di Kalsel, tapi lama tinggal di Palangka Raya dengan kedua orangtua yang bekerja sehari-harinya tukang kayu,” ujar Riswan.

Pada saat mengisi formulir UKT, Riswan mengaku menuliskan angka Rp 2 juta per bulan, dengan harapan uang kuliah yang nantinya dibayarkan tidak melebihi angka tersebut.

Sementara, Pembantu Rektor I, I Nyoman Sudiana mengatakan “Tidak Tepat Sasaran” yang dimaksud mahasiswa terlebih karena dalam pengisian formulir UKT, tidak sesuai dengan kondisi keuangan orangtua yang sebenarnya.

“Kan dari awal mahasiswa yang masuk mengisi formulir UKT. Disitu ada tertera penghasilan orang tua, kalau di isi dengan benar-benar, kemungkinan tidak menjadi masalah di kemudian hari seperti saat ini,” ujar Nyoman.

Dia juga menyampaikan, jika mahasiawa menulis formulir penghasilan orangtua besar, secara otomatis UKT juga menjadi besar. Namun demikian jika terjadi kesalahan dalam penulisan formulir katanya lagi, akan direvisi setiap satu tahun sekali.

“Kalau saja diisi dengan benar pengahasilan orangtua misalnya petani berapa, akan kelihatan nanti UKT nya juga berapa. Kada mereka juga kebanyakan tinggal dan ngekos di sini, dan saat di cek benar,” tutupnya. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

{adselite}

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,379PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.