spot_img

Komunitas Potret Sumatera Bagikan 1000 Buku di Kaki Gunung Pusuk Buhit

MENARAnews, Medan (Sumut) – Berbekal semangat untuk mencerdaskan generasi muda, beberapa pemuda yang tergabung dalam komunitas Potret Sumatera melakukan kegiatan sosial di Kaki Gunung Pusuk Buhit, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, Minggu (31/1/16).

Potret Sumatera adalah Komunitas berbasis pada wisata budaya ini, membagikan 1000 buku kepada anak anak di Kaki Gunung yang menjadi tempat turunnya Nenek Moyang orang Batak. Amin Multazam yang juga Koordinator Potret Sumatera mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu pendidikan anak-anak yang berada di lokasi wisata itu. 

“ini adalah upaya kami dalam mencerdaskan anak-anak disekitar kaki gunung Pusuk Buhit, Selain itu untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan biaya untuk membeli buku,” katanya, Rabu (3/2) malam, di kantor Potret Sumatera, Jalan B. Katamso, Medan. 

Mengacu data RPJMD Kabupaten Samosir 2011-2015, angka partisipasi pendidikan menunjukan bahwa 2,81 % penduduk samosir belum bahkan tidak pernah mengenyam bangku pendidikan. Sedangkan 28,39% penduduk tidak atau belum pernah tamat sekolah Dasar (SD).

“Artinya pendidikan di kawasan wisata Samosir secara umum patut mendapatkan perhatian,” imbuhnya. 

Gerakan pembagian 1000 buku gratis ini, lanjut Amin, juga untuk menggugah masyarakat Sumatera Utara untuk lebih peka terhadap dunia pendidikan.

“Lihat saja, ternyata masih banyak juga anak yang putus sekolah dan buta aksara,” katanya. 

Sebelumnya, Komunitas ini mengumpulkan buku-buku dari sumbangan sukarela dari masyarakat Kota Medan. Bahkan tak sedikit dari rekan-rekan mereka menyumbang dalam bentuk uang unuk dibelanjakan buku. Kegiatan pengumpulan buku ini sudah dilakukan mereka sejak awal tahun 2016. 

Mereka melakukan pengumpulan memanfaatkan jejaring sosial untuk menyosialisasikan kegiatan yang akan mereka usung. Sehingga tak sedikit netizen yang turut andil dalam kegiatan ini.

“Kami hanya memanfaatkan media sosial, dan semangat adalah modal terbesar kami,” katanya lagi. 

Hasilnya mereka berhasil mengumpulkan berbagai jenis buku, mulai dari buku sekolah, dongeng, fiksi ilmiah, komik, hingga buku tulis sebanyak ribuan unit. Pembagian buku dilakukan dengan berkordinasi melalui Kepala Desa sembari mengumpulkan anak-anak Desa Huta Ginjang untuk secara langsung membagikan buku yang akan disumbangkan. 

Ditanyai untuk keberlanjutan program, pria yang juga aktivis HAM ini mengatakan, Potret Sumatera Utara masih memiliki rencana untuk kegiatan sosial lain.

“Kita sudah rencanakan itu, kita upayakan program sosial ini akan berlanjut,” pungkasnya. (yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles