http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Aset Tanah eks Gafatar Masih Dipertanyakan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Selama ini tanah yang dimiliki oleh warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ternyata masih belum terdaftar di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Kalteng.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Kalteng, Ida Aniyati Frans, selama ini pihaknya masih belum mendapatkan laporan dari BPN kota terkait kepemilikan tanah warga eks Gafatar.

“Kami masih belum menerima laporan dari Badan Pertanahan Kota terkait aset para warga eks Gafatar, saat inipun masih belum ada tanah milik eks Gafatar yang terdaftar,” ucapnya saat dikonfirmasi MENARAnews di ruangannya, Jumat (19/2/2016).

Lanjutnya, untuk ganti rugi aset tanah menurut BPN pemerintah jangan serta-merta memberikan, kecuali diperuntukan bagi ganti rugi tanam tumbuh, penguasaan, dan pemeliharaan. Sementara untuk tanah perlu ada proses verifikasi yang lebih rumit.

“Untuk saat ini masih belum bisa dikatakan hitam dan putih, karena itu perlu melihat dokumen-dokumen yang mereka miliki, bila kita sudah tahu dokumen yang mereka miliki itu apa baru bisa ditentukan, sebab penguasaan tanah ini suratnya bermacam-macam dasarnyapun bermacam-macam,” jelasnya.

Imbuhnya, dalam proses penggantian rugipun pihaknya perlu mengkaji dan menganalisa dokumen, sebab bisa saja hanya tanam tumbuh yang diganti rugi namun ada juga yang beserta tanahnya.

Sementara itu, Koordinator Eks Gafatar Palangka Raya Lutfy Chandra mengatakan, bahwa dirinya sudah mengetahui niat pemerintah untuk melakukan ganti rugi terhadap aset Eks. Gafatar, sehingga  bukti-bukti kepemilikan aset telah dipersiapkan.

“Intinya kami akan menunjukan bukti otentik yang kami miliki yaitu surat-surat kepemilikan tanah tersebut kepada pemerintah, sebab yang kami miliki saat ini kurang lebih 80-100 hektare,” ucapnya.

Pihaknya juga menuntut kepada pemerintah untuk berlaku bijak dalam proses penggantian aset yang dimiliki baik berupa tanah ataupun aset  lainya dan berharap mendapat ganti rugi yang layak.

“Semua kita serahkan kepada pemerintah bagaimana prosesnya ke depan, namun kami juga berharap agar pemerintah berlaku bijaksana, apapun keputusannya kami masih menunggu,” imbuhnya.(Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,379PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.