spot_img

Amdal Tidak Jelas, Kereta Api Cepat Rawan Kecelakaan

MENARAnews, Jakarta – Kajian terkait Amdal (analisis dampak lingkungan) dalam proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta – Bandung yang hanya diselesaikan dalam waktu seminggu menuai berbagai macam kritik dari berbagai elemen masyarakat Indonesia. Pasalnya rute kereta cepat tersebut akan melalui daerah resapan air dan rawan bencana.

Menyikapi hal ini, pakar transportasi dari Universita Trisakti, Yayay Supriatna menyampaikan bahwa pembangunan kereta api cepat yang melewati daerah resapan air dan kawasan hijau di Jawa Barat berpotensi merusak lingkungan jika tidak kembali dilakukan pengujian.

“Contohnya di Walini yang merupakan salah satu daerah yang akan diproyeksikan menjadi daerah hijau di Jawa Barat. Kalau ada proyek ini, jumlah daerah hijau sudah pasti akan berkurang,”ujar Yayat

Selain itu, kawasan yang akan dilewati oleh kereta api cepat tersebut merupakan wilayah rawan bencan gempa bumi dan tanah longsor. Menurutnya ada empat sumber gempa yang bisa mengganggu proyek pembangunan kereta cepat, yaitu sesar baribis, sesar lembang, sesar cimandiri, dan zona subduksi lempeng Samudra Hindia.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan untuk kembali melakukan kajian lebih mendalam sebelum mengeluarkan izin pembangunan kereta cepat. Kajian tersebut sangat perlu dilakukan untuk menjamin keamanan penumpang kereta cepat.

“Kami berharap izinnya jangan diberikan dulu, karena ada peraturan daerah di wilayah yang bersangkutan. Jika kementerian terkait tetap ngotot memberikan izin tersebut tinggal menunggu waktu saja resiko itu akan datang,” pungkasnya. (ADF)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles