spot_img

Waspada! Terminator, Sang Robot Pembunuh Akan Hadir Dalam Kehidupan Manusia

MENARAnews, Teknologi – Masih ingat dengan film Terminator, sebuah film yang menceritakan tentang robot yang dirancang sebagai mesin pembunuh?

Bagi anda yang pernah menonton film ini pasti telah mengetahui bahwa sebuah robot ternyata tidak hanya dapat membantu pekerjaan manusia namun juga dapat berfungsi layaknya seorang pembunuh bayaran.

Kisah tentang Terminator yang dulunya hanya sebuah fiksi ilmiah, bukan tidak mungkin di masa depan akan hadir untuk memburu manusia dan menguasai dunia.

Pertemuan yang dilakukan oleh para ahli di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2016 di Davos dapat menjawab tantangan tersebut.

Dalam pertemuan itu, mereka berdiskusi bahwa perkembangan yang signifiakan dalam bidang Artificial Intelligence berdampak pada perubahan strategi perang masa depan. Bagaimana jika mesin/robot pembunuh otomatis menggantikan manusia di medan perang.

Ide tentang pembuatan mesin/robot pembunuh otomatis ini pada dasarnya telah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun pada pertengahan tahun 2015, para ahli di bidang kecerdasan buatan, seperti Stephen Hawking, Elen Musk, Steve Wosniak, dan lebih dari 1000 ahli lainnya menyatakan tidak setuju dan melarang pengembangan artificial intelligence untuk pembuatan mesin/robot pembunuh otomatis.

Terlepas dari kampanye pelarangan tersebut, berdasarkan keterangan dari Sir Roger Carr, Kepala Pabrik Senjata Inggris BAE, 40 negara ternyata terlibat dalam proyek pengembangan teknologi mesin pembunuh otomatis. Dari 40 negara tersebut, Amerika Bertindak sebagai pemimpin.

Keterlibatan Amerika Serikat dalam proyek pengembangan teknologi ini, sebenarnya bertolak belakang dengan fakta yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat adalah satu-satunya Negara yang menolak pengembangan teknologi ini.

Regulasi/hukum internasional terkait pengembangan teknologi mesin pembunuh otomatis ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2014. Menurut keterangan dari perwakilan PBB bidang perlucutan senjata, Angela Kane, proses pembuatan hukum internasional tersebut saat ini telah menunjukkan sedikit kemajuan.

{adselite}

Angela menambahkan bahwa para pembuat kebijakan tampaknya kurang begitu waspada dalam mengikuti kemajuan teknologi ini dan bahkan tidak ada definisi yang dapat menjelaskan secara jelas apa itu sebenarnya “robot pembunuh” atau “senjata otomatis”

Menyikapi pertemuan tersebut, Stuart Russell, profesor sains komputer di Universitas Barkeley, yang juga merupakan salah satu pihak yang tidak setuju dengan pengembangan teknologi mesin pembunuh otomatis, mengatakan bahwa dalam kurun waktu 18 bulan hingga 2 tahun ke depan: “Jika manusia memilih untuk memberikan intruksi untuk membasmi kaum pria di suatu wilayah, mereka dapat melakukannya,” ujar Sterward seperti dikutip dari The Next Web.

Banyak ahli di bidang artificial intelligence memprediksikan bahwa pengembangan teknologi mesin/robot pembunuh otomatis ini bisa mengakibatkan terjadinya revolusi strategi perang dalam sejarah kehidupan manusia (ADF)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles