Warga Pengedar Narkoba di Palembang Tewas, Diduga Dianiaya Anggota Polisi

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Rahmad Firdaus (40) tewas dengan kondisi luka memar di sekujur tubuhnya usai ditangkap sejumlah polisi dari Sat Res Narkoba Polresta Palembang.

Pihak keluarga menduga korban mendapat penyiksaan dari polisi. Mengetahui kejanggalan itu, kakak kandung korban, Rido (41) bersama istri korban Anita (40) mendatangi Pelayanan dan Pengaduan (Yanduan) Propam Polda Sumsel, Selasa (19/1), untuk melapor.

Namun, laporan keluarga korban belum dapat diterima karena nama lengkap terlapor belum diketahui pasti.

Ditemui di Mapolda Sumsel, kakak kandung korban, Rido menceritakan, peristiwa ini berawal dari penangkapan korban oleh Sat Res Narkoba Polresta Palembang di tempat korban berjualan ikan, di kawasan 10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Rabu (13/1) lalu, pukul 14.30.

“Saat ditangkap, ditemukan beberapa paket kecil ganja dan langsung dibawa ke Mapolresta Palembang. Namun, malamnya tiba-tiba adik saya dipulangkan ke rumah dalam keadaan tewas,” katanya.

Namun, sambungnya, melihat ada kejanggalan terhadap jasad korban, warga Jalan KH Azhari, Lorong Agung I, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan SU I Palembang seperti diduga disiksa petugas karena di bagian mata bengkak dan berdarah serta di badan luka memar, pihak keluarga sempat bertanya kepada pihak kepolisian.

“Tetapi kata polisi saat itu, korban meninggal karena keracunan. Ini sungguh aneh kenapa sampai bisa keracunan, padahal saat ditangkap masih baik-baik saja. Kemudian ada luka memar itu katanya tidak digebuk hanya dipukul, padahal itu sama saja,” ujarnya.

Bahkan, masih dikatakannya, setelah peristiwa tersebut, pihak kepolisian dari Polresta Palembang mendatangi rumah duka dengan memberikan dua karung beras, serta santunan berupa uang yang belum diketahui nominalnya.

“Kami dikasih beras dua karung, sekardus mie dan amplop berisi uang, tetapi tidak kami pakai dan amplop itu masih utuh belum sama sekali kami buka, jadi berapa banyak uangnya belum tahu,” jelasnya.

Sementara itu, teman korban yang ikut diamankan pihak kepolisian, Aldo (50), mengatakan pada saat penangkapan terhadap korban, dirinya memang tengah berada di lokasi penangkapan dan dibawa ke Mapolresta Palembang.

“Awalnya saya mencari anak saya di sekitar 10 Ulu, karena kenal dengan korban berjualan di sana, saya ke tempat korban untuk menanyakan keberadaan anak saya saja,” katanya.

Tiba-tiba, dikatakannya, langsung datang sejumlah polisi dan melakukan penangkapan. Saat di lokasi, kepala korban juga sempat dibenturkan di bagian dinding sebuah ruko pasar.

“Setelah itu kami di bawa ke Mapolresta Palembang. Saya sempat diintrogasi selama dua jam, tetapi karena memang tak bersalah saya dilepaskan,” tuturnya.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Palembang, Kompol Rocky Marpaung angkat bicara. Menurutnya, korban meninggal karena over dosis, bukan dipukuli anggotanya.

“Ya itu haknya untuk melapor, silahkan saja. Tapi disini saya membantah kalau anggota saya telah melakukan pemukulan terhadap korban, tidak benar sama sekali itu. Tersangka itu meninggal karena over dosis, itu diperkuat dengan keterangan dokter dan vidio saat dia dirawat di RSUD Bari,” terangnya.

Mengenai beberapa bingkisan yang diberikan kepada keluarga korban dirumahnya, Rocky menambahkan itu hanya ungkapan belasungkawa.

“Tersangka ini merupakan Bandar Narkoba. Saat ditangkap, dia menelan barang bukti dengan minuman keras (alkohol). Kemungkinan itulah yang menyebabkan dia over dosis,” tambahnya. (SI)

Comments
Loading...