spot_img

Tak Hanya Kreatif, ‘Iron Man’ dari Bali Ternyata Sosok Pribadi Yang Pantang Menyerah dan Berhati Emas

MENARAnews, Bali – Memiliki keterbasan fisik ternyata tak membuat I Wayan Sumardana putus asa. Keterbatasan fisik yang dimilikinya justru menjadi motivasi baginya untuk terus berkarya dan berjuang.

Tak hanya kreatif dan inovatif, I Wayan Sumardana yang kini dijuluki “manusia robot” atau “Iron Man” dari Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali ternyata adalah seorang pribadi yang rendah hati dan berhati emas.

“Saya ini sebenarnya bodoh, tapi memang hobi saya adalah mengotak-atik elektronik, sehingga saya bisa membuat robot sendiri agar tangan saya yang mati rasa ini dapat tetap digunakan untuk melakukan pekerjaan di bengkel. Saya juga siap membuatkan robot untuk membantu orang yang tangannya mati rasa, misalnya karena menderita penyakit stroke,” ujar Wayan di Manggis, Karangasem, Minggu (24/01/2016).

Upaya Wayan untuk membuat tangan robot sebenarnya dilatar belakangi oleh penyakit stroke ringan yang di deritanya sejak enam bulan lalu, sehingga tangannya mati rasa. Akibat tangannya yang mati rasa itu, Wayan merasa kelimpungan dalam mengerjakan pekerjaan las bengkel dan penampung barang bekas. Cobaan ternyata terus menimpa Wayan, tak hanya tangan kirinya yang mati rasa, enam karyawan bengkelnya dan sebagian besar pekerja barang rongsokan menyatakan berhenti dari pekerjaannya.

Namun kondisi yang justru semakin memburuk itu tak membuat Wayan menyerah dengan keadaan, ia akhirnya memutar otak untuk menjawab tantangan kehidupan yang saat ini dialaminya. Dengan keahlian elektronik yang dimilikinya, Wayan akhirnya membuat robot yang berfungsi untuk menggerakkan kembali tangannya yang telah mati rasa agar dapat digunakan untuk bekerja.

Namun sayangnya, proses pembuatan tangan robot itu ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berkali-kali percobaan yang dilakukan Wayan menuai kegagalan, bahkan ia sampai merelakan komponen di tiga komputer miliknya untuk digunakan sebagai alat pendeteksi sinyal otak.

Pantang menyerah dan putus asa, usaha Wayan membuat tangan robot akhirnya membuahkan hasil. Ia akhirnya berhasil menciptakan tangan robot yang mampu menggerakkan kembali tangan kirinya yang telah mati rasa.

Tangan robot yang diciptakan Wayan ternyata memiliki fungsi yang tidak main-main. Tangan robot itu bisa mengangkat berat dengan bobot hingga 100 kg. Namun saat ini Wayan masih menggunakan tangan robot itu untuk pekerjaan ringan.

Upayanya yang berhasil membuat tangan robot ini, membuat Wayan berharap ke depannya ia bisa membantu orang-orang yang memiliki nasib yang sama dengan dirinya, untuk dibuatkan rakitan robot.

“Saya siap membantu orang-orang yang nasibnya kurang beruntung karena memiliki cacat tangan dengan membantu merangkaikan rakitan robot, asal orang yang bersangkutan membawa sendiri bahannya. Tak usah memikirkan masalah biaya, saya tulus dan ikhlas membantu,” ujarnya. (ADF)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,042PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles