spot_img

Sumut akan Terima Pasokan Beras Jika Kebijakan Impor Dilakukan

MENARAnews, Medan (Sumut)  – Terkait rencana impor beras untuk pasokan beras nasional, Kepala Seksi Impor Disperindag Sumut Parlin Lubis mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui kapan impor beras mulai dilakukan. Pembahasan tentang impor masih ada di Kementerian.

“Terkait hal itu, kan masih dibahas di  kementerian. Jadi, kita belum tahu,” ujarnya, Senin (4/1).

Jika nanti impor direalisasikan pihaknya baru akan berkoordinasi dengan Bulog.

“Karena pelaksananya itu ada pada Bulog. Jadi, kita menunggu realisasi impor dulu,” imbuhnya. 

Karena Disperindag hanya pada koridor pengawasan. Nantinya disperindag akan mengawasi impor beras apabila terealisasi. Parlin menjelaskan, tugas Disperindag hanya pada pengawasan. Apabila impor telah direalisasikan dan Sumut dikirim beras impor, maka pihaknya akan menjadi pengawas operasi. 

Terkait kebijakan Impor, Humas Perum Bulog Divre Sumut Rudi Adlyn mengatakan, hal tersebut ada di keputusan kementrian. Nantinya, apabila Sumut kebagian impor akan bagus untuk menambah stok beras. 

“Itu kebijakan pusat. Kalau sudah dilakukan impor, dan dibagi ke kita, ya bagus untuk menambah stok beras di Sumut. Karena impor itu kan kebijakan pemerintah pusat juga untuk membagi, bisa dibagi ke seluruh provinsi,” katanya.

Hingga saat ini stok beras di Sumut masih mencukupi kebutuhan. Meski demikian, pihaknya akan menerima apabila mendapat jatah impor beras. Saat ini stok beras di Sumut ada sebanyak 18 Ton. Itu bisa memenuhi kebutuhan beras di awal tahun. 

“Stok kita masih aman. Kalau total yang ada di gudang sekitar 18 ribu ton beras. Ini cukuplah untuk 1,5 bulan,” bebernya.

Saat ini dikatakannya, Bulog sedang melakukan pembongkaran beras di Pelabuhan Belawan. Saat ini yang baru masuk ke gudang sebanyak empat ribu ton yang berasal dari Sulawesi Selatan. 

Pihaknya juga membeberkan ada delapan ribu ton lagi sedang dalam perjalanan. Apabila sudah masuk ke gudang Rudi mengatakan jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan selama tiga bulan.

Dikonfirmasi terkait harga, Rudi Adlyn memastikan harga beras di pasaran masih stabil. Pihaknya selalu melakukan pemantauan terhadap harga di pasaran.

“Kalau harga dipastikan amanlah. Kita selalu monitoring harga. Kita selalu pantau, artinya pengawasan juga kita lakukan di pasar-pasar tradisonal untuk kestabilan harga,” katanya.

Saat ini harga untuk kategori beras medium, Bulog menjual ke pasaran dengan harga Rp 8.100. Sedangkan untuk beras kategori primer, Bulog menjual mulai dari Rp 8.800 sampai Rp. 10.100 per kilogram. (yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,039PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles