spot_img

PLN Papua Gandeng Yayasan Pendidikan Karsa Handayani Cabang Jayapura

MENARAnews, Jayapura (Papua) – General Manager PT. PLN (Persero) wilayah Papua-Papua Barat, Robert Sitorus dalam sambutannya menyatakan bahwa bimbingan belajar (bimbel) bagi asli putra-putri Papua merupakan jilid IV yang diikuti sedikitnya 150 Orang Asli Papua (OAP) dari kalangan pelajar tingkat SMA.

Sebelumnya, Robert menjelaskan pada bimble jilid I-III hanya di fokuskan pada bimble saja. Namun dalam bimble jilid IV tersebut PLN Papua ditambah dengan Psikotes.

“Bimbel jilid IV ini merupakan program Bina Lingkungan PT. PLN kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Karsa Handayani Cabang Jayapura,” katanya di Aula PLN, Rabu (13/1/16).

Menurutnya, dengan adanya bimbingan ditambah psikotes Orang Asli Papua (OAP) dapat mengikuti rekrutmen di beberapa instansi. Satu diantaranya di PLN.

“Dari 66 orang rekrutmen tahun lalu, di PT. PLN hanya 22 OAP dan sudah di sebarkan di PLN Papua dan Papua Barat. Ini juga salah satu bentuk kepedulian kami dalam mengembangkan SDM agar bisa bersaing baik di pendidikan maupun pekerjaan,” ujarnya.

Oleh sebab itulah, pesannya kepada para siswa yang mengikuti bimble tersebut agar diikuti dengan sebaik-baiknya.

“Yang penting kunci kesuksesan itu ada di kita, sehebat apa pun orang bisa membangun rumah meski besar kuncinya adalah ilmu.” Ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan Kota Jayapura memuji dan memberikan apresiasi kepada PT. PLN Papua lantaran telah memberikan CSR atau tanggungjawab sosial perusahaan untuk tingkatkan mutu pendidikan.

Menurutnya, bulan Januari tahun 2016 ini Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah mencapai puncaknya di abad 21 yang penuh tantangan.

“Kompetisi dimulai dari sekarang mengigat berbagai negara bakal berdatangan di Indonesia. Salah satunya di PLN menjadi sasaran luar untuk mencari pekerjaan. Kalau tidak benar-benar belajar, kalian akan tersisih, jadi kalian harus rubah paradigma untuk bisa menjawab tantangan MEA,” ujarnya.

“Minimal lulus SMA/SMK, PT. PLN bisa merekrut. Saya mengaharapkan yang sudah di programakn PLN, siswa bisa mempunyai tanggungjawab moril baik di sekolah maupun melalui bimbel. Pelatihan mengenai mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. Karena tiga bidang studi inilah yang sangat diperlukan,” tutupnya. (Surya).

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles