spot_img

Peneliti Temukan Terapi Terbaru Penurunan Jumlah Virus HIV dalam Darah

MENARAnews, Kesehatan – Dunia kesehatan terus berupaya untuk memerangi virus HIV yang menginfeksi tubuh manusia. Berbagai macam penelitian terus dilakukan untuk mencari metode yang paling efektif untuk menghilangkan virus HIV dalam darah.

Salah satu metode yang kini diyakini cukup efektif untuk mengontrol virus HIV dalam darah adalah dengan menggunakan metode terapi ART. Terapi yang dilakukan dengan cara minum obat ARV (Anti Retro Viral) ini sudah umum dilakukan oleh orang yang telah terinfeksi HIV/AIDS untuk menjaga ketahanan tubuh.

Namun ternyata tak hanya sampai disitu, penelitian tentang metode alternatif pengobatan HIV selain ART menunjukkan hasil yang cukup efektif. Dalam penelitian itu, peneliti menemukan bahwa antibodi dlam tubuh manusia mempunyai komponen utama yang berfungsi untuk meningkatkan respon tubuh terhadap virus HIV.

Berbeda dengan ART, pengobatan ini dilakukan dengan memberikan injeksi komponen antibodi, yaitu, VRC01, ke dalam darah yang nantinya akan mampu mengurangi kadar virus HIV dalam darah.

Penelitian ini mengambil sample sebanyak 14 orang yang telah dinyatakan terinfeksi HIV. Setelah dilakukan injeksi terhadap 14 orang tersebut, jumlah virus HIV dalam darah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun sayangnya, metode pengobatan ini nyatanya tidak bisa dikombinasikan dengan terapi ARV, karena juga sudah mengurangi kadar HIV dalam darah, sehingga pengobatan ini tidak berpengaruh terhadap seseorang yang telah menjalani metode pengobatan ARV.

Sama seperti terapi ARV, pengobatan menggunakan komponen antibody VRC01 ini juga tidak dapat sepenuhnya menghilangkan virus HIV dalam darah (bukan penyembuh). Pengobatan ini hanya berfungsi untuk mengontrol jumlah virus dalam darah agar kualitas hidup orang yang terinfeksi dapat terjaga.

“Akan tetapi, metode pengobatan ini merupakan alternatif yang bersifat potensial untuk pengobatan ART,” kata Julian Ma, Direktur Institute for Infection dan Immunity di St. George Hospital Medical School, London

Julian menambahkan bahwa walaupun tidak efektif jika dikombinasikan dengan terapi ARV, pengobatan dengan cara baru ini dapat dikombinasikan dengan perawatan HIV lainnya. Sehingga dapat secara signifikan dalam mengurangi kadar HIV dalam darah.

Walaupun para peneliti ternyata belum bisa mendapatkan efek samping, biaya pengobatan, dan manfaat lainnya. Mereka tetap berharap bahwa hasil awal penelitian ini dapat membuat pasien mendapatkan antibodi yang baik.

“Perlu diketahui, kemungkinan ada efek dari dosis tunggal pengobatan ini. Mungkin virus HIV di beberapa pasien akan cepat mengembangkan kekebalan, sehingga antibodi tidak dapat berfungsi sebagai pengobatan jangka panjang”, kata Dr James Crowe, direktur Vanderbit Vaksin Pusat di Nashville, Tenn, Amerika Serikat. (ADF/GL)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles