spot_img

Kelompok Syiah Kecam Keras Eksekusi Ulama Syiah di Arab Saudi

MENARAnews, Asia – Eksekusi hukuman mati yang dilakukan terhadap ulama Syiah terkenal Arab Saudi, Sheikh Nimr al-Nimr menuai berbagai macam protes dan kemarahan luar biasa dari komunitas Syiah di Timur Tengah dan beberapa kawasan lainnya.

Iran yang dikenal sebagai negara dengan komunitas Syiah terbesar di dunia berperan sebagai negara yang paling mengecam tindakan Arab Saudi yang mengeksekusi Sheikh Nimr al-Nimr bersama 46 terpidana lain pada Sabtu (02/01/2016).

Sebuah ancaman dilontarkan oleh Kementrian Luar Negeri Iran yang mengatakan bahwa kerajaan Arab Saudi akan menerima konsekuensi yang keras atas tindakannya itu. Pihak Kementrian Luar Negeri Iran juga telah melakukan pemanggilan Kuasa Usaha Arab Saudi di Teheran sebagai protes.

Menurut kantor berita Iran, Korps Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa mereka akan melakukan “balas dendam keras” terkait eksekusi tersebut.

Pernyataan agresif Iran ini juga ditanggapi dengan kata-kata keras oleh pemerintahan Arab Saudi melalui Kementrian Luar Negeri dalam bentuk sebuah nota protes.

Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Khamenei juga mengecam tindakan Arab Saudi itu dengan mengunggah sebuah foto yang merepresentasikan bahwa eksekusi itu mirip tindakan yang dilakukan oleh kelompok militan ISIS.

Provinsi Timur yang merupakan salah satu wilayah Arab Saudi dengan mayoritas Syiah juga melakukan protes keras atas eksekusi tersebut.

Organisasi Syiah dari Lebanon, Dewan Syiah menyatakn bahwa tindakan eksekusi tersebut adalah sebuah “kesalahan besar”. Selain itu, Hisbullah Lebanon juga menyebutkan bahwa eksekusi itu seperti “pembunuhan”

Bahrain yang merupakan negara dengan mayoritas Syiah mengaku sering mendapat perlakuan marginalisasi di bawah keluarga Sunni yang saat ini sedang berkuasa. Pada saat mengecam eksekusi tersebut dalam bentuk aksi unjuk rasa, terjadi bentrokan antara pendemo dan polisi.

Negara-negara lainnya yang tercatat juga melakukan protes atas eksekusi yang dilakukan Arab Saudi yaitu, Yaman, Pakistan, dan wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Diserang bom Molotov

Kedutaan Besar dan Kantor Misionaris Arab Saudi di Teheran, Iran mendapatkan aksi anarkis dari puluhan ribu warga Iran.

Massa yang marah akan tindakan Arab Saudi itu menyerbu kantor tersebut dengan bom Molotov yang menyebabkan kebakaran kecil di teras lantai dua kedutaan Arab Saudi.

Berikut ini video serangan yang dilancarkan warga Iran terhadap kantor Kedubes Arab Saudi.

{youtube}https://www.youtube.com/watch?v=f3mFMKTmZrI{/youtube}

Perlu diketahui, Sheikh Nimr yang merupakan ulama terkemuka dan aktif dalam menyuarakan pendapat kaum minoritas Syiah di Arab Saudi yang termarginalkan dan terdiskriminasi. Eksekusi terhadap Sheikh Nimr ini dilakukan setelah dirinya dinyatakan bersalah dalam kasus terorisme.

Sheikh Nimr tercatat sebagai ulama terkemuka dan vokal yang menyuarakan perasaan minoritas Syiah di Arab Saudi yang merasa dipinggirkan dan didiskriminasi. Ia termasuk salah satu dari 47 orang yang dieksekusi di 12 lokasi di Arab Saudi setelah dinyatakan bersalah dalam kasus terorism. Eksekusi tersebut dilakukan secara bersamaan dengan 47 orang lainnya di 12 lokasi di Arab Saudi. Dari 47 orang terpidana mati itu, dua diantaranya adalah warga negara asing berkewarga negaraan Kanada dan Mesir, sedangkan sisanya adalah warga negara Arab Saudi. (ADF)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,043PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles