Harga BBM Turun, Pemerintah Sumsel Kaji Tarif Angkutan

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang meliputi premium, solar, pertalite, dan pertamax seharusnya juga berdampak pada tarif angkutan di Sumsel.

Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda N Kiemas mengimbau, pengusaha angkutan mengkaji ulang tarif yang diterapkannya kepada penumpang. Menurutnya juga, belum tentu pengusaha angkutan mau menurunkan tarif angkutan, mengingat sering naik turunya harga BBM.

“Meski demikian, saya mengimbau agar para pengusaha angkutan menurunkan tarif angkutannya. Selain itu, untuk mewujudkan hal itu, harga-harga kebutuhan pokok di pasar juga perlu diturunkan agar tarif angkutan umum dapat mengikuti,” ungkapnya (5/1).

Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga mantan Anggota DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan menuturkan, kebijakan pemerintah soal naik turunnya BBM kerap membingungkan masyarakat.

“Kebijakan ini sering dilakukan tanpa sosialisasi yang memadai. Apalagi, antara kenaikan dan penurunan BBM jangka waktunya kerap pendek sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, penurunan BBM saat ini akan membuat bingung pengusaha angkutan, pasalnya penurunannya tidak signifikan. Meski demikian, sudah seyogyanya tarif angkutan umum menyesuaikan harga BBM. Artinya, perlu dilakukan penurunan ongkos angkutan umum.

“Jika turunnya Rp 1000 atau minimal Rp 500, mungkin akan menjadi bahan pertimbangan pengusaha angkutan untuk menurunkan tarif, tetapi masalahnya, penurunan harga BBM ini tidak terlalu signifikan. Ini bukan hanya membingungkan pengusaha tetapi juga membingungkan masyarakat,” bebernya.

Tak sampai disitu saja, dirinya juga mengkritik, sosialisasi kebijakan penurunan BBM ini tidak maksimal, bahkan terkesan dadakan.

“Kalau bisa, kebijakan seperti ini (penurunan BBM) disosialisasikan dari jauh hari, sehingga masyarakat dan pelaku usaha dapat bersiap mengambil langkah-langkah apa yang akan dilakukan,”jelasnya.

Sementara itu, Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman menuturkan, tarif angkutan akan segera ditentukan bersama Dinas Perhubungan Sumsel, karena perhitungan penurunan ongkos angkutan perlu dikaji per Km-nya.

“BBM ini kan baru naiknya, nanti akan saya panggil Dishub terkait hal ini,” kata Mukti.

Meski demikian, Sekda Sumsel ini memastikan akan ada perubahan tarif angkutan, tetapi masih akan dihitung per Km-nya. (AD)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles