Diskoperindag Harus Awasi Distributor Sembako

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Masih belum stabilnya harga dasar kebutuhan pokok di pasaran membuat pertanyaan sejumlah kalangan. Sementara harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah mengalami penurunan beberapa waktu lalu.

“Awalnya kita hanya berpikir kenaikan itu lumrah terjadi pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan termasuk, menjelang pergantian tahun, namun selepas itu, harusnya harga komoditas kembali normal sesuai harga dasar sebelumnya,” kata wakil rakyat DPRD Kota Palangka Raya Alfian Batnakanti, ketika dibincangi, Senin (25/1/2016) di ruang kerjanya.

Menurutnya untuk mengetahui sebab tersebut, alangkah baiknya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Palangka Raya, perlu turun ke lapangan, untuk melakukan pengawasan, terutama terhadap arus distributor stok dan harga kebutuhan pokok tersebut.

Dia mengungkapnya, pengawasan selama ini, baru dilakukan setelah harga mengalami kenaikan terutama menjelang hari-hari besar, selepas itu tidak dilakukan lagi pengawasan di lapangan. Bagusnya, pengawasan dilakukan tidak hanya terjadi perubahan harga dipasaran melainkan terus melakukan monitoring sehingga mampu mengantisipasi kelangkaan atau naik drastisnya harga di pasaran.

”Efek lainnya tentu, menahan tidak terjadinya kecurangan di pasaran yang dilakukan oleh oknum-oknum atau pelaku usaha di pasar-pasar untu tidak menaikan harga barang secara sembarangan,”tandas Alfian.

Selama ini, kata Alfian kalaupun dilakukan pengawasan di tingkat pasar, itupun hanya terfokus langsung kepada penjual yang kebanyakan mendatangkan barangnya dari tingkat distributor. Penekanannya harus terjadi pada distributor yang diawasi, selama ini untuk kearah situ belum maksimal dilakukan.

Menurutnya, kalaupun selama ini ada upaya dalam menjaga keseimbangan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran telah dilakukan pemko melalui operasi pasar atau pasar penyeimbang, itu pun hanya kecil perbedaan harganya dengan pasaran, ditambah lagi stok yang disediakan terlalu sedikit sehingga belum memenuhi permintaan pasar.

“Saya rasa efektifnya pengawasan akan lebih kuat pada tingkat pendisitribusian atau distributor yang menyalurkan barang. Bila nanti ada alasan karena biaya angkutan, maka itu dirasa tidak cukup berpengaruh terhadap naiknya sejumlah barang komoditas, sebab jelas-jelas harga BBM sudah stabil,”terangnya.

Selain itu politisi Partai Gerindra ini berharap, para pedagang atau penjual di pasaran pun, setidaknya tidak melakukan dengan secara sengaja menaikan sejumlah komoditas, bila kenyataan harga yang diambil sudah turun, sebaiknya harga harus mengikuti pada besaran pasaran secara umum.

”Ya, jangan menaikan semaunya saja, pembeli itu bukan hanya pada strata atas melainkan masih banyak yang menengah  kebawah,”tutupnya.(Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles