spot_img

Dini Hari Ratusan Kios Monza di Tanjungbalai Habis Dilalap Si Jago Merah

MENARAnews, Tanjungbalai  (Sumut) – Dini hari tadi (24/1/16)  warga Tanjungbalai dikagetkan dengan kebakaran yang menimpa ratusan kios Monza (pakaian bekas impor) habis terbakar dilalap api.

Api yang melalap habis kios warga ini diduga mulai membesar pada pukul dua pagi tadi. Informasi warga yang menyaksikan kebakaran menyebutkan api berasal dari belakang kios.

Asal usul api masih simpang siur, beberapa warga menyebutkan terjadi hubungan pendek arus listrik sementara juga menyebutkan bahwa ada pihak dengan sengaja membakar dengan alasan yang belum jelas diketahui.

Sembilan mobil pemadam kebakaran Kota Tanjungbalai turun memadamkan api. Pihak damkar sempat sulit memadamkan karena materi pakaian yang mudah terbakar dan asap yang sangat menyengat menghalangi petugas saat berusaha memasuki titik api.

Ratusan warga yang memiliki kios di lokasi ini berdesak-desakan menyelamatkan barang dagangannya meskipun api sudah menyulut di depan mata.

Kota Tanjungbalai dikenal dengan pelabuhan dan memasok monza dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia dan Hongkong dan menjadi distributor terbesar di Sumatera Utara.

Elisa Teresia salah satu pedagang mengatakan kepada MENARAnews bahwa dirinya sendiri mengalami kerugian hingga puluhan juta. Dirinya mengaku menggeluti bisnis ini sejak sepuluh tahun lalu dan menggantungkan kehidupan keluarganya pada pakaian bekas impor tersebut.

“Rugi banyak kita bang, udah habis semua, gak ada yang bisa kami selamatkan, mau makan apa nanti anak, mau bayar apa sekolah anak,” ujarnya terisak sedih meratapi kios yang sudah rata dengan tanah.

Untuk diketahui, Jumat lalu (22/1) terjadi baku tembak antara personel TNI Lantamal I Belawan di perairan Panton Bagan melawan penyelundup pakaian bekas yang menuju Tanjungbalai dan mengakibatkan satu orang tewas di kepala dan dua lainnya mengalami luka tembak.

Sebelumnya bisnis ini sudah mendapat larangan dari Menperindag dengan alasan pakaian yang diimpor dari luar negeri tersebut mengandung bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan penggunanya terkena penyakit. Sementera itu ada lebih dari ribuan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada bisnis ini. (ded)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles