Anggota Gafatar Jangan Dimusuhi, Tapi Diluruskan

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Terkait bakal dipulangkannya anggota Gerakan Fajar Nusantar (Gafatar) ke daerah masing-masing, Gubernur Sumsel Alex Noerdin meminta agar masyarakat tidak memusuhi dan mengucilkannya.

{adselite}

Dikatakan Alex, jika terdapat anggota Gafatar yang berasal dari Sumsel tentu pengurusannya dilakukan pihak terkait.

“Saya tak mau komentar soal itu sebenarnya. Namun pada dasarnya, jika iman kita kuat dan pemikiran kita benar maka tidak akan masuk ke situ,”tukasnya.

Apalagi jika masyarakat sudah semakin cerdas dan memahami mana hal yang bertentangan dan mana hal-hal yang sesuai engan ajaran agama yang sebenarnya.

“Misal diajarkan untuk tidak solat, apa mau masuk situ? Kalau masih ada yang mau masuk justru saya yang heran,”imbuhnya.

Kendati demikian, Alex mengharapkan agar anggota atau simpatisan Gafatar untuk tidak dikucilkan.

“Jangan dikucilkan dan dimusuhi justru kita harap mereka kembali ke jalan lurus. Kalau mereka lurus justru lebih baik,”tandasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo mengatakan, terkait pemulangan anggota Gafatar ke kota masing-masing akan mendapatkan perhatian.

“Kita terima mereka, mereka itu saudara kita dan warga kita. Namun mereka kita anggap sedang lupa ingatan dan tuga kita mengingatkan kembali,”kata dia.

Joko mengharapkan, masyarakat sekitar dapat menerima kembali keberadaan mereka di masyarakat. Selain adanya pengawasan, mereka yang dipulangkan tersebut mendapatkan pengamanan sewajarnya.

“Jangan dimusuhi, kita harap ada upaya penyadaran. Hanya segelintir warga yang bergabung dan mereka akan diperlakukan baik sebagai warga negara dan akan dimonitoring,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Palembang M. Ikbal menegaskan, untuk kota Palembang terdata 15 orang anggota Gafar yang berkantor di kawasan Bukit Sangkal dan 7 diantaranya merupakan pengurus organisasi tersebut.

“Sudah diindikasikan ada aliran aliran yang berkembang di masyarakat, diantaranya Gafatar. Saat ini Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) Kota Palembang fokus mengawasi perkembangan Gafatar,”ujarnya kemarin.

Ikbal mengaku, terkait keberadaan Gafatar sebelumnya memang sudah diketahui oleh berbagai pihak. Bahkan jelas dia, sempat dilakukan rapat di Kesbangpol Palembang pada Maret dihadiri Kominda Palembang, MUI, dan FKUB. Pada rapat itu, terdapat rekomendasi untuk tidak dikeluarkannya SK Gafatar sebagai Ormas sehingga aktivitas mereka dibekukan dan terus diawasi.

“Mereka yang merupakan pengurus Gafatar tak melakukan aktivitas menonjol lagi di Palembang. Kominda pun terus mengawasi keberadaan dan perkembangannya. Sehingga jelas Ikbal pergerakan Gafatar terpantau dan belum terindikasi ada di kecamatan lainnya.

Terkait wacana pemulangan anggota Gafatar ke kota masing-masing disikapi pihaknya dengan berbagai upaya diantaranya pengawasan pasca pemulangan bagaimana mereka tiba di lingkungannya. Selain itu terus melakukan upaya preventif kepada masyarakat.

“Untuk pemulangan anggota Gafatar dari Kalimantan Barat masih menunggu intruksi. Berapa jumlahnya kami masih koordinasi. Intelejen Kejari Palembang yang tergabung dalam Kominda akan melakukan pertemuan membahas perkembangan organisasi Gafatar dan organisasi terlarang lainnya yang ada di palembang,”urainya. (MA)

Comments
Loading...