spot_img

8 Warga Palembang Hilang Diduga Gabung Organisasi Gafatar

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Sebanyak delapan warga kota Palembang hilang dan diduga bergabung dengan organisasi masyarakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kalimantan.

Hal itu terungkap setelah, Taufik (47), warga Komplek Taman Sari, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni dan Megawati (45) warga Komplek Griya Kaswari, Jalan Kaswari V RT 31 RW 12, Perumas Sako Palembang, Rabu (13/1) siang mendatangi Polda Sumsel untuk melapor.

Saat diperiksa penyidik Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, Taufik mengaku jika adik kandungnya, Sukainah (42) bersama keluarga,  Zainal (Suami Sukainah) dan empat anak Sukinah, Hanif, Nia, La, Wa, dan Dek Fa hilang dan diduga berada di Kalimantan.

Sedangkan Megawati mengaku kehilangan putrinya bernama Ratih Medianti (23) yang hilang sejak 17 Noverber 2015 diduga dibawa Muhamad Adil (pacar Ratih) ke Pontianak Kalimantan guna bergabung dengan organisasi Gafatar.

Menurut Taufik, ia telah putus komunikasi dengan adiknya Sukainah bersama keluarga (suami dan 5 anak Sukainah) sejak November 2015 lalu.

“Zainal suami adik saya (Sukainah) merupakan anggota organisasi Gafatar di Kalimantan. Awalnya, Zainal yang lebih dulu berangkat ke sana (Kalimantan), kemudian disusul adik saya dan 5 anaknya. Saya datang ke Polda Sumsel karena saat ini telah putus komunikasi dengan adik saya dan keluarganya, belum lama ini terakhir saya telpon kata adik saya, ia dan keluarganya masih berada di Kalimantan,” ungkapnya.

Sementara Megawati yang mengaku, anaknya Ratih Medianti hilang diduga bergabung dengan organisasi Gafatar mengungkapkan, diduga putrinya tersebut ikut dengan sang pacar Muhamad Adil warga Jalan Dwikora, Palembang.

“Saya yakin anak saya diajak pacarnya (Muhamad Adil) bergabung dengan Gafatar lantaran sebelum pergi menghilang dan putus komunikasi sejak 17 November 2015 lalu, anak saya pernah mengajak saya untuk ikut dengannya. Dikatakan anak saya saat itu, ‘Ibu kalau mau diurus adek ibu ikut saya’. Lalu disampaikan oleh pacarnya, Muhamad Adil ‘Ibu kalau ikut kami tidak perlu Sholat dan puasa, dan aliran kami (Gafatar) merupakan aliran Islam yang bener,” ungkapnya.

Masih diungkapkannya, awalnya Muhamad Adil yang lebih dulu berangkat ke Kalimantan. Setelah itu, anaknya Ratih Medianti pun mengilang.

“Setelah kami telusuri dari Traveloka dan rekening BCA, ternyata diketahui anak saya berangkat dengan pesawat tujuan Jakarta lalu ke Pontianak Kalimantan. Bahkan hingga kini saya dan keluarga lainnya hilang komunikasi dengan anak saya ini. Nomor HP nya sejak menghilang sampai saat ini tidak aktif lagi,” tutupnya.

Ditempat terpisah Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo berjanji akan menertibkan dan membubarkan organisasi masyarakat Gafatar jika organisasi ini ada di Provinsi Sumsel. Hal itu dikaranakan, Gafatar merupakan organisasi ilegal dan dilarang oleh MUI.

“Kita petakan dulu, sejauh ini belum ditemukan Gafatar di Sumsel. Saya akan perintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta dijajaran untuk menyisir wilayah hukumnya masing-masing. Jika ada kita bubarkan dan tertibkan,” katanya.

Menurutnya, apabila Gafatar memang ada di Sumsel maka pihaknya akan melakukan penertiban dengan cara persuasif.

“Selain itu, saya menghimbau agar masyarakat di Sumsel agar tidak terjebak bergabung dalam Gafatar tersebut, karena organisasi tersebut ilegal dan di larang,” imbaunya.

Diungkapkan Kapolda, modus organisasi Gafatar setiap kali mengajak bergabung kepada korbannya dengan cara mengajak korbat mengikuti pengajian lalu dilakukan doktrin.

“Doktrin dilakukan dengan cara memberikan minuman atau makanan kepada para korbannya, sehingga korban lupa kesadaran. Dari itulah saya selaku kapolda menghibau agar masyarakat Sumsel jangan samapi terpengaruh,” tandasnya. (SI)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles