64 Calon Jamaah Umroh Sandera Pimpinan PT Baitullah

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Sebanyak 64 calon jamaah umroh  ditelantarkan di Asrama Haji Palembang. Puluhan jamaah yang hendak berangkat melaksanakan ibadah ke Tanah Suci tersebut terlantar karena terjadinya pembatalan pemberangkatan pesawat.

Ke-64 jamaah berasal dari Kabupaten OKU, OKU Timur dan OKU Selatan yang terlantar tersebut berangkat umrah bersama travel PT Baitullah yang berada di Baturaja, Kabupaten OKU dengan jadwal pemberangkatan pada 27 Desember 2015 lalu.

Namun, hingga Selasa (5/1), mereka belum mendapat kepastian untuk berangkat umrah. Bahkan, pada 31 Desember 2015 lalu, puluhan calon jamaah umroh tersebut tidak diperbolehkan berada di Asrama Haji Palembang.

Merasa ditipu oleh biro perjalanan umrah ini, pimpinan PT Baitullah, M. Dino Suteja sempat disandera calon jamaah haji di sebuah kamar di Asrama Haji Palembang. Penyanderaan yang dilakukan puluhan calon jamaah haji tersebut dilakukan untuk mendesak kepastian pemberangkatan.

Tak mendapat kepastian dari Dino, beberapa perwakilah dari calon jamaah haji langsung membawa Dino yang diduga melakukan penipuan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Menurut keterangan pihak keluarga dari calon jamaah umrah yang terlantar, Hasbullah (40), kedatangannya ke SPKT Polda Sumsel untuk melaporkan sang pimpinan travel tersebut karena diduga telah melakukan penipuan.

“Kami telah meminta mediasi ke Kemenag, katanya mau datang hari ini (Senin-red). Memang kalau dari tiket keberangkatan akan berangkat 27 Desember 2015 lalu,” ujarnya.

Namun, masih dikatakannya, karena adanya pembatalan pesawat, puluhan calon jamaah umrah ini diinapkan di Asrama Haji Palembang sampai 29 Desember 2015 dan akan langsung diberangkatkan.

“Selama ini kami tinggal di Asrama Haji Palembang dan hanya disubsidi makan, tetapi sampai saat ini belum juga diberangkatkan. Total yang ditelantarkan sebanyak 64 calon jamaah haji, sebelumnya mereka sudah membayar dengan harga yang bervariatif, kalau keluarga per orang sebesar Rp2 9 juta,” katanya.

Hal senada diakui Abi Hurairah (65), dirinya mendaftar di biro perjalanan umroh tersebut bersama istrinya Darmawati (63) pada Januari 2014 lalu dengan membayar Rp 53 juta. Saat itu dijanjikan akan berangkat tiga bulan kemudian.

Namun, sambungnya, janji tersebut tak dikabulkan dan kembali dijanjikan berangkat pada 27 Desember 2015. Ternyata keberangkatan ditunda dua hari kemudian. Setelah berada di Palembang, bukannya langsung diterbangkan tetapi diinapkan ke Asrama Haji Palembang.

“Selama delapan hari terkatung-katung tanpa kejelasan, kami kesal semua hingga akhirnya memutuskan memperkarakan kasus ini ke polisi,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. R Djarod Padakova, mengatakan, laporan para calon jamaah umroh yang terlantar tersebut telah diterima anggota SPKT Polda Sumsel. Mengetahui hal ini, piket Reserse langsung mendalami apakah adanya penipuan atas pelaporan itu.

“Jadi saat ini kita menunggu hasil pemeriksaan anggota terlebih dahulu. Nanti, dilihat lokusnya jadi Polda melakukan tindakan awal, tetapi nanti bisa dilimpahkan ke Polres Baturaja,” tutupnya. (SI)

Comments
Loading...