spot_img

Wisuda Tak Jelas, 187 Mahasiswa Unpar Protes

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sekitar 187 mahasiswa percepatan angkatan 2014/2015 jurusan Pendidkan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) mendatangi Program Sarjana Kependidikan Guru dalam Jabatan (PSKGJ) Universitas Palangka Raya terkait ketidakjelasan wisuda dan yudisium. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu perwakilan mahasiswa, Sudir.

“Hanya jurusan PJKR saja yang tidak terdaftar, sehingga kami dianggap seperi ilegal saja, maka dari itu kami meminta kejelasan dari pihak kampus dan pengelola, sebab jurusan lain hari ini sudah melaksanakan yudisium,” terangnya saat dibincangi MENARAnews, Kamis (17/12/2015).

Lanjutnya, mereka sudah melunasi semua pembayaran dari mulai pembayaran yudisium hingga wisuda namun pada saat hari yang ditunggu bukannya yudisium justru kabar penundaan yang diterima.

“Semua biaya yang kami bayarkan masuk dan diterima semua oleh pihak pengelola, namun kami tidak mendapatkan kejelasan kapan kami akan melaksanakan yudisium dan wisuda, itu yang kami sangat kecewa,” ujarnya.

Sementara itu, Pengelola Percepatan yang juga ketua Program Sarjana Kependidikan bagi Guru dalam Jabatan (PSKGJ) Dr. Arnusianto M. Mage MA P.hd, menuturkan bahwa pihaknya sampai saat ini sedang melakukan proses dan menunggu surat Dirjen di Pusat.

“Kita setiap akan melakukan yudisum pasti melaporkan ke Jakarta, kemudian pusat mengeluarkan keputusan prodi mana saja yang duluan akan melaksanakan yudisum dan wisuda, dan kami masih menunggu keputusan suarat dari Dirjen Kemenristek Dikti Pusat,” jelasnya.

Dalam hal ini, Ijazah yang mereka terima nantinya tidak ada istilah ilegal, dan saat ini pihaknya sedang mengurus, bahkan salah seorang perwakilan kampus sedang melakukan perjalannan ke Jakarta untuk mempertanyakan surat kepastian dari Direktorat Jendral (Dirjen) Kemenristek Dikti.

“Solusinya itu ada dua yang pertama mereka akan melakukan dispensasi dan itu yang kita tunggu, dan solusi kedua para mahasiswa ini dipindahkan ke reguler, makanya saat ini kami sedang mencari cara supaya nantinya tidakk menjadi masalah dibelakang hari,” tukasnya.

Imbuhnya, penundaan wisuda tersebut tidak akan merugikan mahasiswa malah sebenarnya menguntukan, sebab pengunduran jadwal wisuda sebagai wujud kehati-hatian. (Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles