Willy Sesalkan Putusan Mahkamah Agung

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Calon Gubernur Kalteng nomor urut 2, Willy M.Yoseph mengaku kecewa terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) yang menggugurkan pasangan Ujang IskandarJawawi sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng 2015.

“Putusan itu (Mahkamah Agung, red) juga harus kita hormati tetapi seharusnya keputusan dari PT TUN (Pencabutan Putusan KPU RI terhadap pembatalan pasangan calon Ujang-Iskandar.red) dilaksanakan,” ujar Willy diwawarcarai di kediamanya saat perayaan natal bersama, Jum’at (25/12/2015) Kota Palangka Raya.

Dia juga menyayangkan adanya upaya kasasi yang disampaikan lembaga penyelenggara seperti KPU RI ke MA, kerena menurutnya KPU bukan lembaga yang diwajibkan atau dirugikan terhadap termohon yakni pasangan Ujang-Jawawi. Seharusnya, kata Willy KPU sesegera melaksanakan keputusan dari PT TUN. Inilah yang menurutnya, sesuatu yang tidak elok, dan dirinya meyakini berapa pun pasangan calon yang ikut dalam Pilkada Kalteng tidak menjadi masalah.

“Kami juga sudah merasa siap, dan kami yakin kami akan menang dan juga meyakini, masyarakat Kalteng adalah pemilih yang cerdas, pemilih yang cerdas pasti memilih pemimpin cerdas,” ujarnya lagi.

Willy juga meminta kepada seluruh masyarakat kalteng untuk sama-sama mengawasi jalanya pelaksanaan pilkada. Bahkan Willy menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kalteng yang menemukan kecurangan di lapangan akan diberikan hadiah.

“Kita juga sudah memberikan suatu sayembara kepada masyarakat yang menemukan kecurangan dan menangkap orang-orang yang melakukan pelanggaran termasuk politik uang, akan diberikan imbalan sebesar Rp.10.000.000,-,” jelas Willy menambahkan.

Dirinya juga menghimbau  dan meyakini kepada masyarakat Kalteng pada umumnya, jangan terjebak dan terpengaruh dengan adanya isu SARA, politik uang, dan intimidasi selama Pilkada berlangsung.

“Kita tahu Pilkada ini akan segera dilakukan dalam waktu dekat, harapan kita dilakukan di bulan Januari 2016 nanti. Karena kita tahu rejim Pemilu serentak itu, periodenya sampai dengan bulan Juni 2016. Kalau lewat dari bulan Juni, berati sudah masuk rejim periode 2017,” tutupnya. (Arliandie)

Editor : Ruadhatul N.

 

Comments
Loading...