spot_img

Tutup Perdagangan, IHSG Anjlok 72 Poin

MENARAnews, Ekonomi – Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (11/12/2015), IHSG ditutup jatuh 72,688 poin (1,63%) ke level 4.393,522. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 15,785 poin (2,06%) ke level 751,640. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan anjlok 72 poin. Hal yang sama juga terjadi di mata uang Garuda.

Wall Street terkoreksi tajam di akhir pekan. Investor khawatir jatuhnya harga minyak dunia akan menyeret harga komoditas lainnya.

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks The Dow Jones anjlok 309,54 poin (1,76%) ke level 17.265,21dan Indeks S&P 500 terjun 39,86 poin (1,94%) ke level 2.012,37. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 111,71 poin (2,21%) ke level 4.933,47.

Hari ini IHSG diperkirakan akan terkena tekanna jual yang cukup kuat gara-gara maraknya sentimen negatif yang beredar. Waspada aksi jual asing.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  1. Indeks Nikkei 225 terjun 487,40 poin (2,53%) ke level 18.743,08.
  2. Indeks Straits Times anjlok 38,40 poin (1,35%) ke level 2.796,23.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan di tengah koreksi bursa saham global. Indeks turun sebesar -72 poin (-1,63%) ke 4.393 setelah bergerak di antara 4.393-4.473.

Indeks bursa global di tutup serentak turun pada akhir pekan kemarin. Dengan mengacu kepada penutupan indeks bursa global, IHSG berpotensi untuk terkoreksi kembali. Pergerakan IHSG hari ini dan beberapa hari ke depan akan menguji area support jangka menengah di kisaran 4.343 sampai dengan 4.381 yang merupakan gap yang terjadi pada 5 Oktober dan 6 Oktober 2015.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.343 sampai dengan 4.424.

Indeks bursa AS ditutup turun signifikan. DJIA -1,76%, S&P500 -1,94% dan Nasdaq -2,21%. Indeks saham di Eropa ditutup turun signifikan seiring dengan penurunan bursa global. Indeks FTSE100 di Inggris -2,22%, indeks DAX di Jerman -2,44 % dan CAC di Perancis -1,84%. Dari Asia, Indeks Hang Seng di Hong Kong -1,11 % , indeks Nikkei225 di Jepang -0,97 %.

Emas ditutup di US$ 1.073 per troy ounce atau 0,25%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 35,36 per barel atau -3,34%.

OSO Securities
IHSG tersungkur ke zona negatif pada akhir pekan dengan terkoreksi cukup signifikan dengan turun 1.63% ke level 4,393.52. Penurunan IHSG menyebabkan jatuhnya mayoritas indeks sektoral dimana pelemahan dipimpin oleh indeks sektor MISC Industry dan Basic industy yang masing-masing turun sebesar 4.14% dan 2.51%, sementara indeks agriculture berhasil menguat tipis sebesar 0.47%. Selain itu, aksi jual yang dilakukan pelaku pasar di akhir pekan, baik domestik maupun asing juga ikut menyumbang kejatuhan IHSG, dimana pelaku pasar asing mencatatkan net sell senilai Rp 332.66 miliar. Sentimen negatif dari eksternal dengan semakin dekatnya keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga AS membuat rupiah juga ikut tertekan dengan terdepresiasi 0.29% ke level 13,993.

Sementara itu, mayoritas indeks di bursa Asia juga ditutup melemah. Indeks bursa China ditutup melemah 0.61% ke level 3,434.58. Pelemahan tersebut seiring dengan belum pulihnya kondisi perekonomian China yang ditandai dengan turunnya FDI bulan November, dari sebelumnya 8.6% (YoY) menjadi hanya 7,9% (YoY).

Bursa AS masih kembali terkoreksi ditengah memanasnya kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian. Selain itu, semakin tergerusnya harga minyak hingga menyentuh level US$ 35.56 per barel juga ikut menjadi faktor pemberat bursa AS. Indeks Dow Jones turun 1.76% ke level 17,265.21, indeks S&P 500 turun 1.94% ke level 2,012.37, dan Nasdaq melemah terdalam 2.21% ke level 4,933.47. Faktor lain yang mempengaruhi pelemahan bursa AS juga diikuti oleh beberapa data ekonomi AS yang belum menampakkan perbaikan yang signifikan, dimana retail sales MoM AS bulan November hanya bertumbuh 0.2% atau lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar 0.3%.

Tidak jauh berbeda dengan bursa AS, bursa Eropa juga ikut terkoreksi. Indeks FTSE 100 turun 2.22% ke level 5,952.78, CAC 40 melemah 1.84% ke level 4,549.56 dan DAX terkoreksi 2.44% ke level 10,340.06.

Diperkirakan, IHSG masih cenderung kembali bergerak melemah. Secara teknikal, mayoritas indikator seperti MFI dan RSI melemah inline dengan Stochastic Oscillator dan William%R yang juga negatif. IHSG diprediksikan akan bergerak di kisaran 4349-4425.(GL)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles