Tiga Jenazah Anggota Polsek Sinak Tiba di Bandara Udara Sentani

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Tiga Jenazah anggota Polsek Sinak Kabupaten Puncak yang di bunuh oleh OTK tiba di bandara Udara Sentani pada Senin (28/12) pukul 15:25 WIT. Almarhum  Brptu ridho, almafhum Bripda arman dan almarhum Bripda ilham tiba di bandara sentani dari bandara sinak menggunakan Pesawat twin oter trigana PK YRU.

Ketiga jenazah diturunkan dari pesawat dan dimasukkan kedalam 3 mobil jenazah RS Bhayangkara  melalui kantor dishub bandara jayapura menuju RS Bhayangkara polda papua untuk di otopsi.

Dalam keteranganya saat di temui di Bandara Sentani Senin (28/12), Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, Kami baru tiba karena medannya cukup berat dari koramil ke bandara itu hampir 3 kilo jadi harus di pikul dan di tandu bersama-sama seluruh warga masyarakat yang ada di sekitar TKP, kemudian kita masukan ke dalam peti di bandara.

“Kejadian ini sendiri sangat di sesalkan karena nampaknya ada bocoran dari yang pernah kerja dan terbina oleh anggota dan merekapun telah melarikan untuk menjauh dari TKP” katanya.

Dikatakan, sekitar pukul 20.00 wit s/d 20.15 WIT anggota sudah di dalam polsek dan kemudian yang bersangkutan membuka pintu belakng kemudian masuklah para pelaku dan mereka tau betul dimana tempat senjata dan posisi anggota yang sedang berjaga, dan yang selamat itu dia kebetulan melompat keluar jendela dan yang ke dua selamat dengan cara lari menabrak para pelaku dan anggota yang ke tiga sedang berada di dalam ruangan jadi tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

“Tadi kami liat posisi jenasah seperti sedang sedih dan itulah keadaannya” ujarnya.

Dan tadi pula di seberang, jarak 2 kilometer dari sinak para pelaku itu sedang berpesta bahkan melakukan tembakan-tembakan ke udara. Sampai saat ini kasat brimob dan Dir reskrimum masih berada di sana untuk berkoordinasi dengan teman-teman dari TNI untuk menangani mereka (para tersangka).

“Kelompok ini adalah kelompok yang baru dan berdiri sendiri. Kami juga dapat info bahwa kelompok ini berhubungan dengan kelompok pada tahun 2014 dan mereka mengambil senjata untuk menambahkan kekuatan mereka sehingga bisa menambah wilayah kekuasaan dan bertindak semena-mena” ucapnya.

Untuk itu kami masih menunggu penyelidikan dari kasat brimob dan Dir reskrimum yang sedang berada di TKP. Lebih lanjut dikatakan, konflik ini tidak ada hubungannya dengan rencana kunjungan presiden karena tempat TKP yang jauh dari daerah rencana kunjungan. Namun sudah kami sampaikan kepada bapak Presiden melalui Menkopulhukam dan Kapolri dan juga modus penyerangan ini nampaknya sama seperti penyerangan sebelum-sebelumnya dimana para pelaku mengambil kesempatan kelengahan petugas yang sedang berjaga.

“Saya sudah memerintahkan langsung untuk melakukan pengejaran terhadp para pelaku karena tadipun kita bisa melihat mereka dengan jelas melalui teropong”ujarnya. (Surya).

{adselite}

Comments
Loading...