Puluhan Massa Unjuk Rasa di Depan Kantor KPUD Siantar

MENARAnews, Pematangsiantar (Sumut) – Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pematangsiantar tiba-tiba ramai karena aksi dari kelompok masyarakat LSM HRI (Harapan Rakyat Indonesia), Rabu (23/12).

Kedatangan massa kali ini mengkritisi dan mempertanyakan sikap KPU atas penundaan Pilkada Kota Pematangsiantar yang seharusnya dilaksanakan pada 9 Desember lalu.

Putusan KPU Kota Pematangsiantar Nomor. 52/KPU-Kota-002.656204/XII/2015 tentang Penundaan Pelaksanaan Pemungutan Suara pada 9 Desember 2015 sampai adanya Putusan Akhir menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat.

Sebelumnya kisruh dimulai saat pasangan calon nomor urut lima untuk dikoreksi dari daftar paslon atas rekomensasi DKPP dan Bawaslu . Tidak terima dengan sikap KPU, paslon Surfenov Sirait dan Parlindungan Sinaga melakukan gugatan ke PTUN Medan dan diterima sehingga keluar putusan baru menerima gugatan paslon tersebut.

Massa pengunjuk rasa mempertanyakan kapan Pemungutan Suara bisa dilakukan kembali. “Kami mohon kejelasannya dari KPU, kapan kita Pilkada, jangan main tunda aja tapi tidak jelas kelanjutannya, jangan juga pas natal kalian buat Pilkada,” ujar Horas Sianturi selaku koordinator aksi.

Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Hermanto Panjaitan, Sekretaris KPU Siantar mengatakan bahwa saat ini komisioner sedang berada di Jakarta mengikuti kegiatan dari KPU Pusat. “Secepatnya akan kita informasikan kepada saudara-saudari, kita menunggu hasil persidangan di PTUN Medan untuk membicarakan kelanjutannya,” ujarnya.

Ada lima daerah yang pelaksanaannya ditunda yakni, Kalimantan Tengah, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Fakfak, Kota Manado dan Kota Pematangsiantar. Saat ini KPU telah melakukan kasasi ke MK atas putusan PT TUN tersebut. (ded)

{adselite}

Comments
Loading...