Perayaan Tahun Baru, Polda Kalteng Rajia Pedagang Petasan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Menjelang Perayaan Tutup Tahun 2015, Kepolisian Daerah Kalteng  melakukan pengecekan di beberapa tempat penjualan petasan seperti di Bundaran Besar, Jl. Tjilik Riwut, dan Jl. Yos Sudarso Kota Palangka Raya.

Koordinator kegiatan, Kompol. Suwarno mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan upaya-upaya menjaga ketertiban dan keamanan khususnya di Kota Palangka Raya terhadap pedangan yang menjual petasan dengan ukuran 2 Meter 1 inci.

“Kalau kita lihat, tidak ada petasan yang masuk katagori yang dilarang, rata-rata petasan yang dijual hanya berdiameter 1,9 meter. Dan kegiatan ini termasuk rangkaian operasi Lilin Telabang,” jelas Swarno saat dibincangi MENARAnews. Selasa (29/12/2015) di Kota Palangka Raya.

Menurutnya, rata-rata pedagang di Kota Palangka Raya khususnya pedagang musiman seperti petasan, masih kurang memahami terkait aturan dan ketentuan menganai penggunaan bahan peledak yang terkandung dalam petasan yang dijual.

Selama pelaksanaan penertiban yang dilakukan aparat kepolisian gabungan Satuan Unit Intelijen, Lalu Lintas, Sabara, Reskrim dan Unit Penjinak Bom Brimob Polda Kalteng, belum menemukan katagori petasan yang dilarang.

“Tidak ada yang kita temukan petasan yang berukuran 2 meter lebih, memang tadi ada petasan hampir 2 meter, tapi itu hanya selungsungnya saja yang panjang,” jelasnya lagi.

Terkait perizinan yang dikantongi pedagang, Suwarno mengaku, sudah melakukan sosialisasi terhadap pedagan petasan yang belum memiliki perizinan yang jelas seperti belum adanya surat penunjukan langsung dari distributor yang sudah terdaftar sebelumnya yakni, distributor 77 dan Anca Baru.

Dari izin pejualan yang berhasil diperiksa aparat kepolisian, rata-rata para penjual masih belum membawa langsung keterangan penunjukan dari distributor yang sudah terdaftar di Kota Palangka Raya

“Kita memberikan waktu kepada penjual, untuk mempersiapkan surat penunjukan langsung dari diatributor yang sudah terdaftar. Kalau memang tidak ada penunjukan siatributor, otomatis lapak yang dijual pedagang kita tertibkan,” tegasnya.

Salah satu pedagang petasan, Yusran diwawancara mengaku masih ada berkas perizinan yang belum lengkap dan akan segera melengkapi kekurangan berkas.

“Kalau di sini Jl.Batam pak, dan waktu diperiksa kata petugas lain, terpaksa kita lengkapi pak. Barang ini impor dari negara luar (China.red) tapi disini ada cabangnya dan resmi,” ujar Yusuf. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

Comments
Loading...