Pemuda dan Mahasiswa Sampit Tunjukkan Kepedulian Terhadap Pesta Demokrasi

MENARAnews, Sampit (Kalteng) – Ditengah carut marut praktek demokrasi yang melanda masyarakat di berbagai daerah, hal yang berlawanan justru diperlihatkan oleh unsur kepemudaan di Kota Sampit. Melalui dialog pemuda yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Sampit bekerja sama dengan MENARAnews menunjukkan kepedulian pemuda dan mahasiswa terhadap pelaksanaan pilkada di Kotim, Jum’at (4/12/15).

Dialog yang mengusung tema Momentum Pilkada Solusi Permasalahan Umat dan Bangsa ini dihadiri puluhan tokoh pemuda dan mahasiswa di Kota Sampit. Hadir sebagai narasumber tokoh kepemudaan Kotim, Khilmi Zuhroni.

“Saya melihat perkembangan teman – teman mahasiswa di Kotim cukup luar biasa, karena mereka mempunyai respon terhadap isu kedaerahan dan isu masif, sehingga boleh dikatakan hampir saat ini yang kritis terhadap permasalahan – permasalahan daerah adalah mahasiswa” kata Khilmi setelah acara dialog.

Khilmi menilai bahwa pemerintah daerah perlu memperhatikan perkembangan mahasiswa dan kepemudaan dengan memberikan ruang dan fasilitas yang lebih baik agar kapasitas sumber daya manusia Kotim kedepannya jauh lebih baik. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemberian beasiswa yang lebih dikembangkan kepada mahasiswa dan pemuda berprestasi, dan juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan politik yang positif.

Ditambahkannya bahwa banyak yang perlu diperbaiki dalam praktek demokrasi yang sedang berjalan sekarang, karena pada kenyataanya fungsi demokrasi yang dianggap penting justru tidak dilakukan dengan baik, seperti kaderisasi oleh partai politik dan pemberian pendidikan politik kepada masyarakat. Namun Pilkada sebagai bentuk pesta demokrasi merupakan momen yang harus tetap didukung bersama karena akan menentukan kepemimpinan di daerah selama lima tahun kedepan.

“Ini (Pilkada) sudah berlangsung kita kawal dengan baik, kemudian kita memilih sesuai dengan hati nurani kita,” tambahnya.

Pemuda dan mahasiswa sebagai unsur yang penting dalam masyarakat harus dapat bersikap netral dan harus memberikan pembelajaran kepada masyarakat yang seharusnya pemuda lakukan seperti menjadi pemilih cerdas, menolak money politic, dan menyambut pesta demokrasi dengan penuh tanggung jawab. Khilmi beranggapan bahwa sebagian besar pemuda sudah teracuni oleh bagian negatif dalam perpolitikan namun bukan berarti tidak mengerti politik.

“kita tetap independen tapi bukan berarti tidak bupat politik, karena kalau unsur kepemudaan tidak punya independensi lagi, maka kepada siapa masyarakat berharap.” Tutup Khilmi.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan mahasiwa dan tokoh pemuda tersebut juga menghadirkan narasumber Komisioner KPU Kotim, Juniardi dan perwakilan Polres Kotim, AKP Suparmi untuk menjelaskan teknis pelaksanaan dan pengamanan Pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang. (Hidayat)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles