Pemko Medan tak Punya Niat Baik Realisasikan Janji Relokasi Pedagang Buku

MENARAnews, Medan (Sumut) – Terkait perjanjian relokasi  Pedagang Buku Bekas Lapangan Merdeka Medan dengan Pemko Medan, Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut Herdensi Adnin mengatakan Pemko Medan terkesan mengulur waktu dengan beralasan masih ada pedagang yang enggan untuk dipindahkan. 

Dia mengindikasi Pemko Medan tidak memiliki niat baik dalam menjalankan komitmen yang seharusnya direalisasikan pada Mei 2015. Akibatnya, bangunan yang sudah selesai itu menjadi terbengkalai dan banyak yang mengalami kerusakan.

“Akibatnya apa, ya terbengkalailah bangunan itu. Kita meninjau ke sana banyak pintu yang hilang. Asbes rusak. Ada dua hal kenapa ini bisa terjadi. Pertama , karena karena memang murni pencurian, dan kedua bangunan memang dibuat secara tidak layak. Makanya belum ada setahun udah rusak,”ungkap Herdensi saat ditemui di kantornya di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Senin (21/12).  

Lelaki yang biasa disapa Densi ini meminta agar dilakukan investigasi pihak berwenang terhadap anggaran senilai Rp. 10 Milyar yang digunakan untuk membangun kios-kios tersebut. Dari awal pembangunan, Herdensi sudah melihat kejanggalan saat Dinas Perkim Kota Medan mengusulkan ukuran bangunan kios 2 x 1 Meter. Sangat jelas Dinas Perkim tidak memperhatikan detil mengenai tanggungan beban bangunan terhadap buku-buku yang beratnya mencapai puluhan ton.

“Perlu ada investigasi anggaran. Pemko Medan itu enggak benar-benar mebangun. Karena nggak terpikir sama mereka berapa beban buku milik pedagang. Jangan sampai nanti pas ditempati, bangunannya gak kuat, ambruk dan bisa memakan korban,” ujarnya. 

KontraS Sumut yang selama ini mendampingi pedagang buku dalam memperjuangkan hak nya meminta Pemko Medan untuk segera merealisasikan janjinya. Karena hingga penghujung 2015, pedagang belum juga dipindahkan ke Lapangan Merdeka. Kini banyak pedagang mengeluhkan nasib mereka sejak berjualan di Jalan Pegadaian. Mereka mengaku penghasilannya menurun drastis dibanding saat berjualan di Lapangan Merdeka.

Seperti pengakuan Fadli, dirinya sudah tak berjualan selama beberapa bulan karena penghasilannya tak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. “terpaksa cari penghasilan lain aku, gak cukup untuk makan kalok berjualan disini,” ujarnya. 

Pantauan dilapangan, kondisi kios di Jalan Pegadaian dibuat dengan pola memanjang. Sehingga pembeli enggan untuk berjalan ke kios yang berada di tengah. Berbeda dengan kios yang ada di lapangan Merdeka sebelumnya. ,Kios ibuat dengan bentuk paralel sehingga memudahkan pembeli untuk berpindah ke toko satu dengan yang lain. 

Senada dengan Herdensi, Fadli berharap Pemko Medan bisa segera memindahkan mereka ke kios yang baru agar dirinya bisa kembali berjualan. “Pemko Medan jangan mengulur waktu ataupun ingkar janji lagi, karena kami udah cukup menunggu lama. Mau sampai kapan kami disini,” pungkasnya. (yug)

{adselite}

Comments
Loading...