MHTI Sumsel Gelar Kongres Ibu Nusantara

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Dalam rangka peringatan Hari Ibu, MHTI Sumsel menggelar Kongres Ibu Nusantara yang betema “Negara Perisai Hakiki Bagi Ibu dan Anak”. Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 1500 peserta dari berbagai wilayah di Sumsel, seperti dari Inderalaya, Prabumulih, Muara Enim, Lubuk Linggau, Sekayu, Sungai Lilin, Banyuasin dan Palembang..

Kegiatan tersebut digelar di Graha Bima Sakti Convention Center, Palembang, Kamis (24/12) dengan mengadirkan tiga narasumber, yaitu Nida Sa’adah dari DPP MHTI, Eti Sudarti Adilah yang merupakan Ketua DPD II MHTI Kota Palembang, dan Aktivis MHTI Sumsel Qisthi Yetti Handayani.

Dalam materinya, Nida Sa’adah mengatakan bahwa kapitalisme memandang perempuan sebagai aset ekonomi.

“Penerapan ide kesetaraan gender adalah cara untuk menghancurkan keluarga Muslim. Kita benar-benar sangat membutuhkan Khilafah Islamiyah yang mampu menjadi perisai hakiki bagi ibu dan anak,” tegasnya.

Sementara itu, Eti Sudarti Adilah menyoroti keburukan media saat ini yang menyiarkan konten-konten yang bertentangan Syari’ah Islam seperti: ide sekulerisme, hedonisme, sex bebas, dan sebagainya.

“Tidak ada kebebasan pers dalam Islam, tak ada kebebasan dalam berpendapat. Semua orang harus berpendepat sesuai dengan Syari’ah Islam,” ujarnya penuh semangat.

Qisthi Yetti Handayani mengajak peserta yang hadir untuk bersama-sama berjuang bersama MHTI.

“Ya Allah saksikanlah bahwa pada hari ini kami para ibu di Sumatera Selatan bertekad berjuang bersama menegakkan khilafah islamiyah. Allah Akbar!” ujarnya.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh Ketua DPD I MHTI Sumsel Syafrida Syafruddin, MHTI menyatakan bahwa satu-satunya sistem yang mampu menjadi perisai hakiki bagi ibu dan anak hanyalah sistem Khilafah Islamiyah.

Ia juga menjelaskan bahwa suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk meyakini bahwa sistem Islamlah satu-satunya sistem yang bisa menyelesaikan permasalahan manusia tanpa menimbulkan kerugian atau permasalahan baru bagi siapapun.

Terakhir, MHTI juga mengajak semua pihak hendaknya berkomitmen untuk memperbaiki kondisi diri dan keluarga tanpa meninggalkan upaya sungguh-sungguh untuk terlibat dalam menyelesaikan persoalan bangsa melalui upaya perjuangan menegakkan Khilafah Islamiyah. (MA)

 

Comments
Loading...