spot_img

Menolak Dipecat oleh Rektorat IAIN, 5 orang Mantan Senat IAIN Mengugat ke PTUN Ambon

Menaranews, Ambon (Maluku) – Mahasiswa IAIN mengamuk selama 3 hari menuntut agar SK Rektor no. 129 Tahun 2015 tentang Pencabutan Senar Periode 2012-2016 dicabut dan memberlakukan kembali SK Rektor no. 36 Tahun 2015 perihal Senat IAIN Ambon. Hal tersebut ternyata disebabkan oleh tindakan Rektor IAIN, Hasbollah Toisuta yang mencopot beberapa jajaran senat yang dinilai tidak sejalan dengan dirinya. Sebanyak lima orang pejabat Senat IAIN dicabut secara sepihak tanpa melalui menaknisme penggantian Senat IAIN. Pejabat yang dimaksud, yaitu: Anang Kabalmay, Ismail Tuanany, M. Zen Nuhuyanan, Djabar Abdu dan Yamin Rumrra .

Muhammad Taha Latar,  Ketua tim kuasa hukum pejabat IAIN yang dijumpai oleh menaranews (17/12) menyatakan bahwa insiden yang terjadi di kampus IAIN Ambon berkaitan dengan pemberhentian sejumlah pejabat oleh Rektor IAIN, Dr. Hasbollah Toisuta sesuai dengan Statuta dan peraturan menteri agama RI Nomor 50 thn 2015.

“Mekanisme penggantian pejabat itu keliru, karena pasal 29 statuta menyebutkan persyaratan pejabat untuk Calon Wakil Rektor dan pengangkatan Wakil Rektor harus lulusan Doktor atau S3. Sementara para pejabat yang diganti sudah menduduki jabatan sebelum diterbitkannya peraturan Menteri Agama RI,” pungkasnya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka kelima pejabat IAIN Ambon yang dipecat oleh Rektor IAIN Ambon tersebut mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon, terkait surat keputusan rektor tentang pembubaran senat, pemberhentian Wakil Rektor, Dekan Syari’ah dan ketua LPPN IAIN Ambon.

Muhammad Taha Latar menyambung bahwa, gugatan sudah diserahkan ke PTUN Ambon, masing-masing bernomor: 32, 33, 34, 35 /G/ 2015 PTUN Ambon dan pihaknya akan memperjuangkan hal tersebut sampai Rektor IAIN kalah. (ED)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles