Masih Minim Tempat Penukaran Uang Asing di Papua

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Papua, Elia Loupaty mengatakan Bank Indonesia Perwakilan Papua agar segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penukaran uang asing.

Pasalnya, penukaran uang asing khususnya dolar di bank sangat susah sekali bila ada orang yang hendak menukar, dan bila ditukar pasti dikurangi jumlahnya

“Penukaran yang seharusnya mencapai Rp 120 juta menjadi Rp 107 juta,”  katanya kepada sejumlah Pers di Port Numbay, di Swiss-bell Hotel, Kota Jayapura, Rabu (16/12).

Menurutnya, uang Indonesia yang terlipat hingga sepuluh lipatan saja masih bisa di tukar. Sementara uang asing yang hanya terlipat satu kali saja tidak bisa di tukar di bank. Akibatnya, ucap Elia, tentu hal tersebut merugikan masyarakat terutama masyarakat asing, dan bisa saja warga asing sangsi merapat di Provinsi Papua lantaran susahnya penukaran mata uang.

“Kalau bisa kita koordiansi bersama antara perbankan dan masyarakat agar paham dan tidak menyulitkan masyarakat dalam penukaran. Supaya kehadiran perbangkan bisa dirasakan masyarakat bukan hanya di Papua orang asing yang ada di Papua,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto bersabda tidak semua bank menerapkan kebijakan penukarang uang dan mungkin saja tidak memiliki usaha devisa.

“Pada prinsipnya, pengawasan penukaran uang asing pihaknya lakukan secara rutin melaui laporan-laporan bank resmi yang sudah diakui atau bersertifikat dan telah terdaftar di BI,” kata Joko. Menurutnya, tempat penukaran uang asing yang berlisensi di Jayapura baru ada tiga satu diantaranya bank Papua.

“Akan kita dorong TPA dan perbankan untuk membuka layanan penukaran uang asing dan menjadi tugas kami untuk terus melakukan sosialisasi,” ujarnya (Surya).

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles