LSKP – LSI: SAHATI Menangkan Pilkada Kotim

MENARAnews, Sampit (Kalteng) – Hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Kebijakan Publik Lingkaran Survei Indonesia LSKP – LSI, Pasangan H Supian Hadi – HM Taufiq Mukri berhasil memperoleh suara terbanyak pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kotim, Rabu (9/12/2015).

Taufik Al Zurjani sebagai pembicara LSKP, dalam paparannya menjelaskan penghitungan cepat menunjukkan pasangan dengan nomor urut 2 yang akrab dengan sebutan SAHATI memperoleh persentase dukungan sebanyak 63,93 persen disusul dengan pasangan nomor urut 4 Muhammad Rudini – H Supriadi 27,89 persen, pasangan nomor urut 3 Muhammad Arsyad – H Nadiansyah 5,36 persen, dan pasangan nomor urut 1 Djunaidy Drakel – Hariyanto memperoleh 2,82 persen.

“Sebesar 58,4 persen masyarakat masih menginginkan kembali Supian Hadi jadi bupati. Alasannya, 51,4 persen masyarakat menganggap Supian Hadi mampu memecahkan masalah dan 40 persen karena melihat kepribadian Supian Hadi. Jadi kalau digabung dengan persentase perolehan Taufiq Mukri, sebenarnya hasil ini sudah diprediksi jauh-jauh hari,” jelas Zurjani.

Teknis penghitungan cepat dilakukan dengan mengambil sampel dari jumlah pemilih 350.362 dan jumlah TPS sebanyak 919 maka diambil sampel sebanyak 206 TPS, yang tersebar secara proporsional dan dipilih secara acak di seluruh Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Kita memperkirakan sampling eror dari hasil hitung cepat dan hasil penghitungan suara KPU sekitar 1 persen.” jelas Jurjani

Namun sesuai data hasil survei yang dilakukan pada 18 – 21 November yang diperbandingkan dengan hasil penghitungan cepat, Pasangan SAHATI merupakan satu – satunya pasangan yang mengalami penurunan dukungan, yakni sebanyak 3,37 persen yakni dari 67,3 persen menjadi 63,93 persen. Sedangkan pasangan Muhammad Rudini – H Supriadi yang akrab disapa ZAMRUD menjadi merupakan pasangan yang mengalami peningkatan dukungan terbanyak sekitar persen 18,17 persen, yakni dari 9,8 persen menjadi 27,97 persen‎.

“Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi atau perubahan suara bisa saja kampanye yang sangat intensif, kampanye yang kuat menjelang Pilkada, dan gerakan mereka yang sangat massif.” tutup Najmi. (Hidayat).

Editor : Raudhatul N.

Comments
Loading...