KPU Kota Jambi Musnahkan 181.747 Surat Suara

MENARAnews, Jambi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jambi musnahkan surat suara yang rusak sebanyak 181.747 surat suara Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 yang berlangsung di pekarangan Asrama Haji, Kota Jambi.

Pemusnahan surat suara tersebut terdiri dari 180.786 surat suara rusak yang diakibatkan pewarnaan yang tidak maksimal dan 961 surat suara yang mengalami kerusakan lainnya seperti kesalahan pemotongan, tanda jempol dan lainnya.

“Setelah ada surat suara pengganti, dan juga disepakati pihak Pengawas dan Kepolisian, kita lakukan pemusnahan,” ungkap Ketua KPU Kota Jambi, Wein Arifin, usai berlangsungnya pemusnahan surat suara.

Kerusakan surat suara ini menurut Wein terjadi antara lain karena warna kolom pengisian dengan warna yang tidak maksimal ataupun memudar

“Kita temukan paling banyak adanya perbedaan warna,” terangnya.

Pemusnahan surat suara ini turut hadiri Polresta Jambi, KPU Provinsi Jambi, Bawaslu Jambi, Panwas Kota Jambi dan pihak penyelenggara di tingkat bawah. Setelah pemusnahan juga langsung dilaksanakan pelepasan pengiriman logistik ke tingkat Kecamatan dan Kelurahan yang diangkut 4 armada truk dengan kawalan ketat pihak kepolisian.

Menyikapi pengiriman logistik ini, Wein mengaku untuk pengiriman dilakukan di tiga kecamatan terlebih dahulu yakni Kecamatan Kota Baru, Jambi Selatan dan Jelutung, mengingat untuk jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tiga Kecamatan tersebut cukup banyak.

“Dengan total TPS di Kota Jambi sebanyak 982 TPS, tiga kecamatan ini sudah setengah dari jumlah TPS,” akuinya.

Pahmi SY, Komisioner KPU Provinsi Jambi yang melepas logistik dari Asrama Haji Kota Jambi menuju ke tingkat kelurahan ini, untuk di Provinsi Jambi pengiriman logistik sudah mencapai 80 persen. Hanya yang masih tertinggal untuk kecamatan yang berada di dekat ibukota Kabupaten/Kota.

“Persentasenya semua logistik sudah bergeser ke PPK dan PPS, hari ini (kemarin) Batanghari dan Kota Jambi,” tegas Komisioner KPU Provinsi Jambi ini.

Namun Bawaslu sebagai fungsi pengawasan, proses pengiriman logistik yang saat ini sudah mulai berjalan, Bawaslu Jambi sudah melakukan koordinasi dengan Panwas dan PPL setempat untuk berkoordinasi dengan pihak keamanan agar logistik bisa datang ke TPS hingga hari pelaksanaan.

“Kita sudah koordinasi dengan KPU, tidak ada lagi logistik yang kurang,” ucap Asnawi, Komisioner Bawaslu Jambi, usai acara pemusnahan dan pelepasan logistik ini.

Saat ditanya mengenai pengawasan C6, Asnawi mengaku telah menugaskan Pengawas TPS untuk berkoordinasi dengan pihak penyelenggara agar tidak ada yang tertinggal. Tetapi Bawaslu menegaskan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan itu.

“Belum ada laporan mengenai penyebaran C6 yang tidak tersebar dalam jumlah besar,” pungkasnya.

Terpisah dihari yang sama KPUD Batanghari juga melakukan pemusnahan sebanyak 2.010 surat suara rusak. Pemusnahan yang dilaksanakan dihalaman kantor KPUD Batanghari, disaksikan langsung Ketua KPUD Batanghari, Mohd Zamani, Ketua Panwaslu Batanghari, Rifai, dan Kapolres Batanghari, AKBP Hery Widagdo.

Pemusnahan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB, setelah KPUD Batanghari melepas pendistribusian logistik pemilu dua kecamatan, Kecamatan Marosebo Ulu dan Kecamatan Bajubang.

Ribuan surat suara ini dimusnahkan dengan cara dibakar. Dimana, surat suara ini dimasukan dalam satu drum yang dijadikan tempat untuk membakarnya.

Ketua KPUD Batanghari, Mohd Zamani, menyebutkan jumlah surat suara yang dimusnakan atau tidak terpakai sebanyak 2.010. Rincian surat suara Pemilihan Bupati (Pilbup) Batanghari sebanyak 1.913 lembar, dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Jambi sebanyak 97 lembar. Surat suara sendiri diketahui rusak setelah melalui tahap penyortiran di KPUD Batanghari.

“Untuk surat suara yang kita musnahkan hari ini (kemarin, red) sebanyak 2.010 surat suara. Dengan rinciannya surat suara Pilgub Jambi sebanyak 1.913 lembar, dan Pilbup Batanghari sebanyak 97 lembar. Mengenai pemusnahan ini sendiri, kita sudah melaporkannya,” kata Zamani, setelah melakukan pemusnahan surat suara, Senin (7/12).

Disinggung terkait surat suara pengganti yang rusak, Zamani, mengakui surat suara pengganti sudah ada di KPUD Batanghari. Surat suara itu pengganti sudah dikirim pihak rekanan, sesuai dengan jumlah surat suara rusak yang sebelumnya telah dilaporkan oleh KPUD Batanghari.

”Surat suara pengganti sudah ada, dan sudah kita sortir. Mengenai surat suara ini tidak ada masalah lagi,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, seperti yang diwartakan sebelumnya, kerusakanya surat suara yang ditemukan bermacam-macam, ketika saat penyortiran di KPU Batanghari. Diantaranya, ada surat suara yang ditemukan rusak, ada bintik atau lobang halus dalam foto pasangan calon, foto calon yang tidak sesuai spesimen atau yang diharapkan.(GWA)

{adselite}

Comments
Loading...