spot_img

Kapolda Kalteng : Kantor Gubernur dan KPU Kalteng Terindikasi Dibakar

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kapolda Kalteng, Brigjend Pol Fakhrizal menyebutkan kebakaran di Kantor Gubernur dan KPU Kalteng yang terjadi beberapa waktu lalu mengarah pada unsur kesengajaan. Hal ini diungkapkan saat Kegiatan Pers Rilis tentang Situasi Kamtibmas Polda Kalteng tahun 2015.

“Saat ini kita sedang lidik lebih intensif terhadap dua kasus itu dan kita minta doa dari teman-teman media agar kasus ini segera terselesaikan,” ungkap Fakhrizal di Gedung Arya Dharma Polda Kalteng, Kamis (31/12/2015).

Lanjutnya, dari delapan puluh kasus kebakaran yang terjadi di Kalteng selama tahun 2015, 20 diantaranya sudah terselesaikan atau dapat dikatakan 25 persen, sedangkan sisanya masih dalam proses. Untuk kasus Kantor Gubernur dan KPU Kalteng merupakan kasus yang menjadi perhatian publik dan kepolisian.

“Memang kasus Kebakaran yang ditangani Kepolisian, lebih banyak disebabkan ketidaksengjaan atau terbakar seperti konsetling listrik. Namun untuk kebakaran di Kantor KPU dan Kantor Gubernur Kalteng kemungkinan ada unsur kesengajaan atau dibakar,” ungkapnya kembali.

Sementara dari hasil laporan yang dihimpun Polda Kalteng, dari tujuh puluh delapan kasus kebakaran hutan dan lahan selama tahun 2015, enam puluh delapan diantaranya sudah terselesaikan, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelidikan.

“Untuk kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan korporasi atau perusahaan ada 5 kasus, tiga kasus sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Dari 3 kasus yang dilimpahkan, satu kasus dikembalikan ke Penyidik Polda Kalteng,” terangnya.

5 kasus Pembakaran Hutan dan lahan yang dilakukan Perusahaan Besar Swasta yakni PT. Persada Era Agro Kencana di Kabupaten Katingan, PT. Karya Mujur Sejahtera di Kabupaten Katingan dan PT. Antang Sawit Perdana di Kabupaten Pulang Pisau. Sedangkan dua perusahaan sebelumnya adalah PT. Globalindo Alam Perkasa di Kabupaten Kotawaringin Timur PT. Hidup Bahagia Industri di Kabupaten Kapuas.

Untuk dua kasus kebakaran hutan dan lahan yang ditangai di Polres Katingan, lanjutnya kembali, satu kasus pembakaran yang dilakukan perusahaan menunggu saksi ahli, sedangkan untuk satu kasus PT. Karya Mujur Sejahtera dihentikan karena tidak memenuhi unsur.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol. Purnama Barus mengatakan hal yang sama, dua kasus kebakaran seperti KPU Provinsi Kalteng dan dan Gubernur Kalteng tengah didalami penyelidikanya.

“Memang ada dugaan sengaja, tapi kita tidak bisa langsung mengataka itu, makanya kita dalami lagi. Kendalanya saksi yang melihat tidak ada, makanya prosesnya sedikit lama,” jelasnya.

Dikatan Purnama, pihaknya akan berupaya menyelesaikan permasalahan ini meskipun tim penyidik mengalami kesulitan akibat masih kurangnya bukti-bukti yang ada di tempat kejadian perkara termasuk saksi.

“Kita tidak meraba-raba, penyidikan harus ada kepastian unsur dan alat buktinya, untuk kasus yang sudah kita selesaikan salah satu contoh terbakarnya Kantor Ditreskrimum Polda Kalteng, karena memang murni korsleting listrik akibat penggunaan berlebihan, kabelnya panas dan pembungkus kabel angus,” ujarnya mengakhiri.(Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles